Bayi di RS Hasan Sadikin Diculik, Pelakunya Menyamar Jadi Dokter
Bayi itu diketahui hilang pada pukul Selasa pukul 19.30 WIB.
TRIBUNJOGJA.COM, BANDUNG - Buah hati kedua dari pasangan suami istri, Toni Manurung (26) dan Lasmania Boru Manulang (24) yang baru dilahirkan di persalinan RS Hasan Sadikin, diculik oleh seorang perempuan berkerudung yang menyamar menjadi dokter, Selasa (25/3/2014). Bayi itu diketahui hilang pada pukul Selasa pukul 19.30 WIB.
Toni menceritakan, ketika itu, istrinya, Lasmania, baru selesai melahirkan sekitar pukul 09.30 WIB. Perempuan berkerudung itu sudah hadir dan memantau gerak Lasmania.
"Memang sebelumnya, waktu baru lahir si pelaku sudah ada. Istri saya saat itu sempat melihat pelaku, tapi istri saya tidak curiga," ungkap Toni kepada wartawan di RS Hasan Sadikin, Rabu.
Setelah bayi itu dilahirkan, lanjut Toni, pelaku menghampiri Lasmania. Pelaku sempat menanyakan kondisi istrinya itu.
Sekitar Selasa sore, Lasmania dipindahkan ke ruangan di Alamanda kelas III (bukan Mandala sebagaimana ditulis sebelumnya). Saat pindah kamar, pelaku datang menghampiri Lasmania. "Pelaku bilang ke istri saya, katanya, 'kalau memang capek, ya diistirahatkan dulu'," katanya.
Setelah itu, pelaku keluar. Pelaku terlihat mondar-mandir, dan kemudian pada pukul 19.15 WIB, pelaku menghampiri Toni dan bertanya kapan pulang. Toni menjawab Rabu (hari ini).
Pelaku itu terus mengajak Toni dan Lasmania mengobrol. Posisi bayi saat itu sedang tertidur tepat ada di samping Lasmania.
Pelaku kemudian bertanya lagi kepada istri apakah merasa mules. Istri Toni pun mengiyakan. Pelaku kemudian menyuruh Lasmania ke kamar mandi. "Ibu memang suka nahan kencing ya? Kalau mau kencing, kencing saja dulu, jangan ditahan," kata Toni menirukan ucapan pelaku.
Pelaku juga menyuruh Lasmania membasuh darah yang tersisa di tangannya. Pelaku pun menyuruh Toni untuk mengantar istrinya pergi ke kamar mandi.
Toni pun bergegas menuntun istrinya ke kamar mandi. Saat berjalan ke kamar mandi, Toni sempat melihat pelaku mendekati dan menggendong bayi tersebut.
"Lima menit saya ngantar istri ke kamar mandi, pas saya kembali lagi ke kamar tidur, bayi sudah tidak ada," kata Toni.
Saat itu, ia belum menaruh curiga kalau perempuan itu hendak menculik bayi. Toni beranggapan bayinya aman-aman saja. "Tapi pas saya lihat selimut, kok berubah, dari situ saya mulai curiga," akunya.
Toni langsung melapor kepada mahasiswa yang ada di tempat praktik, tetapi mahasiswa itu seperti kebingungan. "Saya lihat memang mahasiswanya juga seperti bingung. Tapi, akhirnya mahasiswa itu beranjak ke kepala ruangan bayi," katanya.
Setelah diberi tahu, kepala ruangan Alamanda, tempat bayi Toni dirawat, mengatakan, berdasarkan aturan, siapa pun tidak dibenarkan menggendong bayi, kecuali dirinya.
Lalu Toni dan kepala ruangan Alamanda mencari bayi tersebut. Mereka pun meminta bantuan petugas sekuriti untuk melacak pelaku pencurian bayi melalui kamera tersembunyi (CCTV). Ciri-ciri pelaku adalah berkerudung, berkacamata, kulit wajah hitam manis, sedikit gemuk dan tinggi sekitar 165 cm.
"Sekuriti langsung memeriksa CCTV, ternyata benar yang terekam dalam CCTV itu, perempuan berjilbab sedang berjalan keluar dan menggendong bayi," jelas Toni.(*)
Skandal Kuliner Terkait :