Megaproyek Bandara Kulonprogo

Sri Sultan Tegaskan Lokasi Bandara Tak Perlu Mundur

Hasil pertemuan antara Gubernur DIY dengan PT JMI menyebutkan bahwa lokasi bandara tidak perlu mundur

Penulis: esa | Editor: Rina Eviana Dewi

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polemik penetapan lokasi megaproyek bandara internasional Kulonprogo antara PT Angkasa Pura I dengan PT Jogja Magasa Iron (JMI) mulai mencapai titik temu. Hasil pertemuan antara Gubernur DIY dengan PT JMI menyebutkan bahwa lokasi bandara tidak perlu mundur hingga menerabas sungai Bogowonto.

"Sudah clear. Sudah tidak ada masalah. Angkasa Pura tidak perlu mundur," ucap Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dijumpai di Kompleks Kepatihan, Selasa (25/3/2014).

Menurut Sultan HB X, PT JMI selaku pemrakarsa proyek penambangan dan pengolahan pasir besi sudah menyatakan siap memundurkan lokasinya. Di samping itu, PT JMI juga menyiapkan inovasi sehingga memungkinkan pabriknya dibangun dalam area yang lebih kecil. "Dengan teknologi baru, pabriknya itu bisa mengecil," kata Sultan.

Setelah dihitung, ternyata mundurnya lokasi pabrik JMI sudah memungkinkan terciptanya kawasan aman bagi bandara. Panjang runway juga sudah mencapai target sepanjang 3.600 meter. Dengan demikian, kekhawatiran PT Angkasa Pura yang harus memundurkan lokasinya hingga 500 meter ke barat tak perlu dilakukan. Penempatan lampu-lampu navigasi yang harus dibangun dengan teknologi khusus menerabas Sungai Bogowonto nampaknya juga tak perlu dilakukan.

"Sudah clear. Sekarang tinggal mengagendakan pertemuan dengan PT Angkasa Pura I kembali untuk kejelasannya. Targetnya Maret ini selesai," imbuhnya.(esa)

Skandal Kuliner Terkait :

Bakpia Tidak Asli Merajalela di 7 Titik Penting di Yogya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved