Tribun Minggu
Nenek Juga Sibuk, "Day Care" Solusinya
Waktu yang banyak tersita pekerjaan membuat pasangan orang tua kerap kelabakan dan kebingungan bagaimana mengasuh sang anak
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Rina Eviana Dewi
TRIBUNJOGJA.COM - Waktu yang banyak tersita pekerjaan membuat pasangan orang tua kerap kelabakan dan kebingungan bagaimana dan kepada siapa sebaiknya anak mereka yang masih berusia di bawah lima tahun diasuh, sementara keduanya sibuk bekerja.
Beberapa di antaranya memilih mencari pengasuh bayi dengan harapan, anak lebih aman di rumah sendiri. Ada juga yang lebih beruntung, ketika sang nenek atau keluarga dekat memiliki waktu lebih sehingga bisa ikut membantu mengasuh.
Belakangan, tak sedikit pula yang memilih menitipkan anaknya di layanan daycare atau sejenisnya yang kurang lebih bertujuan agar si anak mendapatkan pola pengasuhan yang benar dan mendapat pendidikan usia dini yang baik.
Arie Nurcahyono dan Nelly Hustaria adalah salah satu dari sekian banyak pasangan muda yang memilih memasukkan anaknya ke program daycare. Keputusan yang diambil diakui bukan hanya lantaran keduanya sibuk bekerja. Sebelumnya, Arie Nurcahyono dan Nelly Hustaria pernah mempercayakan anak lelakinya, Valenz Ongkowijoyo (2) diasuh di rumah oleh pengasuh bayi selama keduanya bekerja.
Namun, Arie merasa tak puas dengan perkembangan anaknya. Menurut. Arie, sosialisasi anak dengan lingkungan kurang. Akhirnya ia memasukkan anak laki-lakinya tersebut ke program daycare disebuah lembaga pendidikan yang jaraknya cukup dekat dengan rumah mereka.
"Neneknya sempat mengasuh, karena masih sibuk dan harus pulang, akhirnya kita cari pengasuh bayi. Selama jam bekerja, khusus ngasuh Valenz, setelah kami pulang, pengasuh mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Waktu itu umur Valenz 3 bulan, masa cuti istri habis, jadi sama pengasuh kira-kira setahunan," ujar Arie ditemui saat menjemput putranya belum lama ini.
Seberapa penting layanan daycare bagi orang tua yang sibuk bekerja dan layanan apa saja yang ditawarkan daycare? Simak informasi lebih lengkap di edisi mingguan koran Tribun Jogja, Minggu (23/3/2014).(yud)
Skandal Kuliner Terkait :