Wajah Marsinah Warnai Mural Di Kota Yogya
Wajah Marsinah, pejuang buruh perempuan asal Jawa Timur yang dibunuh karena memperjuangkan hak-hak buruh terpampang
Penulis: rap | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Riezky Andhika Pradana
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wajah Marsinah, pejuang buruh perempuan asal Jawa Timur yang dibunuh karena memperjuangkan hak-hak buruh terpampang megah di tembok berukuran 20 meter. Karya mural tersebut berada tepat di perempatan lampu merah ring road Jl. Parangtritis. Banyak masyarakat yang masih mereka-reka siapa wajah perempuan tersebut. Seorang mahasiswi yang ditemui Tribun Jogja menyatakan ia tidak mengetahui siapa perempuan tersebut. Hal ini menunjukkan ingatan masyarakat atas perjuangan Marsinah semakin pupus. Ingatan-ingatan atas pelanggaran HAM inilah yang hendak diaktifkan oleh kelompok masyarakat sipil yang menamakan dirinya Barisan Pengingat.
Setelah digelar di Jakarta pada Februari 2014 lalu, Barisan Pengingat kemudian menularkannya ke Yogyakarta. Di Yogya, berbagai komunitas terlibat untuk “menggedor” ingatan masyarakat melalui acara TTS2014: Indonesia Siapa Yang Punya. Menurut Ade Pandjaitan selaku Koordinator acara TTS2014, Teka Teki Silang ini menjadi bentuk pendidikan publik yang disampaikan melalui seni mural. Mural berbentuk TTS ini mempunyai 5 tema. Yaitu tema Buruh, Tani, Pluralisme, HAM dan Jurnalisme. Untuk mural bertema HAM, para seniman menggunakan ikon Wiji Thukul. Karya tersebut terpampang di Jln Taman Siswa, Yogyakarta.
Ade mengatakan bahwa Mural TTS2014 ini mengangkat isu pelanggaran HAM di ranah perburuhan dengan ikon Marsinah, ranah pluralisme dengan ikon Gus Dur, ranah pertanahan dan petani dengan tokoh Samin Surontiko, ranah media dengan tokoh Udin, dan ranah kekerasan politik dengan tokoh Wiji Thukul. Lewat proyek ini diharapkan pertanyaan “Indonesia Siapa Yang Punya?” bisa menjadi renungan bagi warga untuk melihat kembali seberapa besar posisi dan kekuatan rakyat sipil dalam menentukan arah kehidupan bangsa ini. Mural ini digarap oleh seniman Bayu Widodo, Anti Tank Project, Digie Sigit, Ismu, dan Wimbo. (*)
Skandal Kuliner Terkait :
Bakpia Tidak Asli Merajalela di 7 Titik Penting Yogya