Banjir di Jawa Tengah

Basarnas Semarang Fokus Evakuasi Manula, Perempuan dan Balita

Basarnas memprioritaskan evakuasi warga lanjut usia, kaum perempuan, anak anak, balita dan orang yang sakit.

Penulis: ptt | Editor: Rina Eviana Dewi

Laporan Reporter Tribun Jogja, Puthut Ami Luhur

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan SAR Nasional (Basarnas) Semarang melakukan evakuasi warga Klaten yang terkena banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut Sabtu (22/2/2014) kemarin. Basarnas memprioritaskan evakuasi warga lanjut usia, kaum perempuan, anak anak, balita dan orang yang sakit.

Kepala Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) Semarang Agus Haryono melalui siaran pers mengatakan Minggu (23/2/2014) dini hari, Basarnas berhasil mengevakuasi Mbah Wongso (85), seorang janda yang tinggal sendiri di rumahnya di RT 9 RW 6 Dukuh Tegalsari, Desa Pacing Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten.

Rumah mbah Wongso, kata dia,  terendam air setinggi 1 meter. "Dia susah untuk berjalan karena disamping faktor usia juga karena dalam keadaan sedang sakit," ucap Agus.

Petugas Basarnas lantas membopongnya dari dalam rumah selanjutnya dievakuasi ke tempat pengungsian menggunakan perahu karet. "Jarak dari rumah ke pengungsian di kantor Kelurahan sekitar satu kilometer," kata Agus.

Saat mengevakuasi arus air cukup deras dan masih dalam kondisi hujan. Hal ini jelas menyulitkan tim saat melakukan evakuasi. Adapun Tim SAR gabungan terdiri atas Basarnas,TNI, Polri, BPBD, SAR Klaten dan relawan lainnya.

Saat ini, lanjut Agus, Tim SAR gabungan masih mobile di beberapa lokasi banjir. Berdasarkan pantauan di lokasi, secara umum kondisi air sudah berangsur surut. "Debit air di Sungai Dengkeng juga sudah berangsur menurun, dari tadi malam 320 dan sekaran 290. Namun demikian warga dihimbau untuk tetap bertahan di pengungsian, mengingat cuaca masih mendung," ucap Agus. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved