Agenda
Seniman Bali, Oka Astawa Bakal Gelar Pameran di Yogya
Perupa bernama lengkap I Gede Oka Astawa ini menyelenggarakan pameran tunggal bertajuk “I+dialog+I
Penulis: rap | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Riezky Andhika Pradana
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setiap seniman mempunyai tarikan tersendiri dengan lingkungannya. Sebagai bagian dari masyarakat dengan akar tradisi yang ketat, seniman asal Bali, Oka Astawa tidak dapat melepaskan diri dari ikatan-ikatan norma yang telah dibebankan sejak lahir.
Pergulatannya sebagai seniman muda dalam ruang kultural masyarakat asal, menuntunnya pada dua kutub persoalan: antara ‘subjektivitas diri’ dan ‘tuntutan adat’. Tarik menarik keduanya kemudian membawanya dalam persoalan bagaimana menjadi ‘seniman hari ini’. Ketika persoalan sikap mental yang menjadi landasan lahirnya idealism seniman dihadap-hadapkan pada tuntutan sebagai anak tunggal yang harus kembali kedaerah asal untuk menunaikan kewajiban adat.
Perupa bernama lengkap I Gede Oka Astawa ini menyelenggarakan pameran tunggal bertajuk “I+dialog+I : ‘apa dan bagaimana seni rupa saya’. Yogyakarta. Oka bakal menggelar soft opening pameran Minggu (23/2), pukul 15.00 di Kersan Art Studio. Sedangkan pameran ini juga bakal digelar bersama OKAARTPROJECT 2014 di ruang pamer Taman Budaya Yogyakarta, 11-12 Maret 2014 mendatang.
Menurut Hendra Himawan selaku kurator, pergulatan inilah yang kemudian membawa pemikiran Oka untuk mengkaji apa dan bagaimana sikap mental dari seniman itu seharusnya diasah dan diperjuangkan. Ini memang pertanyaan yang bisa jadi sangat subjektif, namun apa yang ditawarkan oleh Oka sesungguhnya menguji para penatap tentang seberapa penting ideologi yang dimiliki oleh seniman. (*)