Tiga Rumah Petani Lereng Andong Magelang Terbakar

tiga rumah milik petani di Dusun Selomirah, Kabupaten Magelang hangus dilalap jago merah

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja.com, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sebanyak tiga rumah milik petani di Dusun Selomirah, RT 01 RW 05 Desa Selomirah, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang hangus dilalap jago merah. Akibat kebakaran ini, rumah milik Darmono (70), ludes tak bersisa, sementara rumah dua orang warga lainnya hangus di bagian dapur dan bagian pagar rumah.

Selain membakar tiga rumah, dua orang yakni, Darmono dan instrinya terpaksa harus mengungsi ke rumah anaknya, Muyono (35), yang bagian dapur rumahnya juga terbakar. Tidak ada korban dalam peristiwa ini. Hanya saja kerugian yang dialami warga diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun wartawan Tribun Jogja, peristiwa kebakaran tersebut terjadi Selasa (4/2/2014) sekitar pukul 23.30. Saat itu, warga sedang nyenyak tidur, namun dikagetkan dengan api yang berkobar dari rumah milik Darmono. Diduga, Darmono lupa mematikan api yang berada di tungku tersebut.

“Menurut keterangan warga sekitar, api berasal dari tungku dapur milik rumah pak Darmono. Saat kejadian, pemilik rumah sedang beristirahat, “ ujar Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Ngablak, Sukibar, Rabu (5/2/2014).

Sukibar mengatakan, api yang berasal dari rumah Darmono yang terbuat dari material kayu dengan ukuran 7x9 meter itu, kemudian menjalar ke dua rumah tetangganya, yakni, Mardi (65), dan Muyono (35). Beruntung delapan anggota keluarga dari ketiga rumah tersebut, berhasil melarikan diri sebelum api membakar lebih besar.

“Saat itu, warga memadamkan api secara manual selama satu jam. Tidak ada pemadam kebakaran yang datang, karena mungkin jarak yang jauh. Sementara, wilayah kami berada di lereng Andong sekitar 7 kilometer dari puncak,” jelasnya.

Sukibar mengatakan, sejumlah harta benda yang tak mampu diselamatkan dari rumah Darmono, diantaranya satu ekor sapi betina yang ditaksir senilai Rp 10 juta, sepeda motor Honda Supra X yang ditaksir Rp 4,5 juta, dan rumah non permanen dengan kerugian sekitar Rp 25 juta. Total kerugian yang diderita oleh Darmono sekitar Rp 40 juta.

Sementara, atap dan sebagian pagar rumah milik Mardi juga terbakar dengan kerugian senilai Rp 5,5 juta. Kerugian lainnya adalah dapur dan isinya milik Muyono yang ditaksir mencapai Rp 7 juta.

“Rumah milik pak Darmono hancur tinggal puing. Semua sudah dicatat dan data sudah kami berikan pada Pemkab,” kata dia.

Kepala Seksi (Kasi) Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Isbakir mengaku sudah melakukan pendataan di lokasi kebakaran. Pihaknya mengaku sudah mendapatkan data yang berisi tentang taksiran kerugian akibat kebakaran tersebut.

“Kami sudah memberikan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok, peralatan dapur, terpal, pakaian sekolah, alat mandi dan lainya,” jelas dia.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, Joko Sudibyo menjelaskan, pemberian bantuan terhadap korban bencana itu didisesuaikan dengan Peraturan Bupati 41/2012 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah.

“Pemberian bantuan ini diambilkan dana melalui santunan alokasi dana tak terduga. Besarnya berapa, masih akan kita kaji terlebih dahulu,” ujarnya. (*)

Tags
pertanian
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved