Kompas Gramedia Sumbangkan 240 Ribu Buku Bagi 50 SMK di Jateng
Pemberian ini ditujukan untuk merangsang wawasan dan prestasi siswa kejuruan di Jawa Tengah.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sedikitnya 240 ribu buku pengetahuan akan diberikan oleh perusahaan media terbesar Kompas Gramedia kepada 50 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terpilih di seluruh Jawa Tengah. Pemberian bantuan berupa buku dan bea siswa pendidikan tersebut, ditujukan untuk merangsang wawasan dan prestasi siswa kejuruan di Jawa Tengah.
Bantuan paket buku tersebut diserahkan secara simbolis oleh perwakilan Kompas Gramedia, pemimpin perusahaan harian Tribun Jateng (Group of Regional Newspaper), Heru Budi Kuncara bersama dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, kepada dua Kepala SMK di Jateng. Penyerahan paket tersebut dilaksanakan di dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala SMK se Jawa Tengah di Hotel Atria, Kota Magelang, Minggu (19/1/2014).
Pemimpin Perusahaan harian Tribun Jateng (Group of Regional Newspaper), Heru Budi Kuncara menjelaskan, selain memberikan bantuan buku pengetahuan sebanyak 240 ribu buku, Kompas Gramedia juga memberikan lima beasiswa pendidikan di Universitas Multimedia Nusantara Jakarta, bagi lulusan SMK Jateng yang lolos seleksi.
“Selain itu juga kami memberikan kesempatan untuk memperoleh pendidikan perhotelan terbaik di Santika Training Center Jakarta. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat menunjang prestasi siswa,” kata Heru.
Ketua Musyawarah Kerja Kepa Sekolah (MKKS) SMK Jawa Tengah, Edi Drajat mengatakan, Kompas Gramedia adalah satu diantara lima perusahaan yang memberikan bantuan kepada SMK di Jateng. Lima perusahaan lainnya memberikan bantuan berupa sepeda motor, bibit unggul, dan lain sebagainya.
“Ada lima perusahaan yang memberikan bantuan dan ada tujuh yang melaksanakan MoU kerjasama. Bantuan dan kerjasama ini sangat membantu sekali,” katanya.
Direktur Pembinaan SMK, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Mustaghfirin, mengatakan, pihaknya menargetkan pada tahun 2020, angka partisipasi sekolah menengah mencapai 90 persen. Sementara, sekarang baru mencapai sekitar 70 persen.
“Maka 30 persen warga jateng perlu dilayani pendidikan jenjang tengah, seperti SMK atau SMA. Kami berharap SMK bisa menjadi primadona dan lebih banyak lagi siswanya,” ujarnya. (*)