Lipsus Bisnis Softlens

Konsumen Terbanyak Perempuan Muda

Selama pemakaian dan perawatan dilakukan secara steril, maka dipastikan softlens aman dipakai.

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebagaimana yang umum terjadi pada produk fashion lain, mayoritas konsumen softlens fantasi adalah kaum perempuan.

Terutama kalangan perempuan berusia muda. Tidak diketahui mengapa mayoritas permintaan softlens berasal dari konsumen perempuan muda.

"Memang, pembeli softlens fantasi atau normal kebanyakan remaja, untuk mendukung fashion. Kalau pakai softlens kan mata terlihat lebih hidup dan cerah," ujar Shinta Luli, General Manager Optik Modern.

Warna-warna softlens, menurut Shinta, tidak menjadi masalah. Selama pemakaian dan perawatan dilakukan secara steril, maka dipastikan softlens aman dipakai.

Saking larisnya permintaan softlens, Ading dari optik Akur Jalan Godean bahkan sampai cukup hafal dengan para pembelinya. Sebab, tidak jarang pelanggan baru datang untuk membeli softlens fantasi ditemani seorang rekannya yang merupakan pelanggan lama optik Akur.

Di lain kesempatan, pelanggan lama itu juga kembali untuk membeli softlens fantasi jika yang lama sudah memasuki masa kadaluwarsa.

"Yang terbanyak membeli memang para remaja, khususnya perempuan. Padahal, mata mereka tidak bermasalah atau normal. Mungkin para remaja atau wanita yang sangat memperhatikan penampilannya senang menghiasi matanya dengan softlens ini. Mata kan terlihat lebih menarik kalau memakain soft lens yang warna-warni," tutur Ading.

Terpisah, Laura Muntu mengaku menggunakan lensa kontak karena tuntutan pekerjaannya sebagai model. Perempuan 20 tahun ini kerap memilih lensa kontak netral berwarna cerah, kemudian disesuaikan dengan baju yang dikenakan.

Laura mengaku disiplin soal aturan penggunaan softlens. Tak lebih dari delapan jam dara berkulit putih ini menggunakan lensa kontak untuk satu keperluan. Itu pun ia pastikan dulu kebersihan tempat penyimpanan dan tangannya sebelum memasang di mata.

Meski begitu, cara tersebut tak cukup untuk membuat matanya benar-benar terhindar dari efek samping. Terkadang, Laura merasakan matanya perih setelah menggunakan lensa kontak.

"Tapi aku selalu pilih lensa kontak yang sudah terkenal. Minimal ada iklannya di media cetak atau teve. Kalau asal lensa kontak, takut kualitasnya tidak bagus, dan mata bisa kena iritasi," tutur Laura kepada Tribun. (Tim)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved