Tulang Remuk dan Kaki Diamputasi, Korban Gempa Bantul Butuh Bantuan

Kini, laki-laki paruh baya tersebut hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidur di kediamannya.

Tayang:
Penulis: had | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, M Nur Huda

TRIBUNJOGJA.COM. BANTUL - Musibah gempa bumi yang menimpa wilayah Bantul pada tahun 2006 lalu, masih menyisakan luka mendalam bagi seorang warga Dusun Tanjung RT 28, Kelurahan Patalan, Kecamatan Jetis, Bantul, Kasio Narso Utoyo (59).

Akibat peristiwa itu, kakinya harus diamputasi, sementara tulang punggungnya remuk dengan luka terbuka dan dinyatakan tak bisa disembuhkan. Kini, laki-laki paruh baya tersebut hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidur di kediamannya. Untuk sekadar duduk saja ia tidak bisa, apalagi bangkit dari tempat tidurnya.

Sejak peristiwa itu, segala kebutuhannya dibantu istrinya, Saminah. Mulai dari makan, mandi, hingga buang air kecil serta berbagai aktivitas lainnya dibantu oleh Saminah.

"Cuma bisa begini, tiduran enggak bisa bangun. Kalau gerah, dilap istri pakai air. Makan juga harus disuapin," ujarnya, Minggu (8/12).

Kasio tak pernah membayangkan, jika sisa hidupnya akan dihabiskan di tempat tidur. Saat gempa terjadi, laki-laki yang dahulu bekerja sebagai petani ini sedang duduk di dalam rumah. Tiba-tiba terjadi gempa sehingga tubuhnya tertimpa tembok
yang hancur.

Saat itu, ia pernah memeroleh pengobatan di rumah sakit bahkan hingga dilakukan operasi. Namun dokter menyatakan luka yang ia derita tidak bisa disembuhkan.

"Pernah dioperasi sekali, tapi sudah divonis gak bisa sembuh. Ini platinanya ga bisa dicabut," ujar Kasio sambil menunjuk bagian belakang tubuhanya yang remuk.

Sayang, kondisi tersebut luput dari perhatian pemerintah. Hal itu mengundang simpati ratusan difabel dari Paguyuban Bangkit Bersama (PBB). Bersama LP2 Desaku, mereka menggelar saweran untuk membantu Kasio. Dana yang terkumpul, mencapai Rp 2.377.000.

Para difabel tersebut merasa senasib dengan Kasio, lantaran juga memiliki keterbatasan fisik, baik cacat sejak lahir, maupun dampak gempa. Masing-masing difabel membubuhkan tandatangan sebagai tanda mereka untuk membantu sesama.

Selain difabel, Kasio juga memperoleh bantuan dari Wakil Ketua Kadin (Kamar Dagang Industri)
Macau-Hongkong, H Rm Bambang Soedrajat MBA.

Menurutnya, difabel maupun orang yang tidak beruntung seperti Kasio, harus diberikan semangat sebagai modal dasar untuk sembuh.

"Mereka membutuhkan kepedulian kita. Dalam hal ini, kita harus saling membantu dan berbagi. Bukan nilainya tapi kepeduliannya," ujarnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved