JK : Masjid Juga Jadi Tempat Pembangunan Kehidupan Kemasyarakatan

Di Indonesia, ada sekitar 850 ribu masjid dan musala, semuanya dikelola secara swadaya oleh masyarakat, bukan negara.

Editor: Mona Kriesdinar

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Abdullah Salim Umar Bahammam, Sekjend Badan Pendidikan Islam Dunia, sebuah lembaga di bawah organisasi Islam dunia bernama Rabhithah Alam Islamy datang mengunjungi Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Jakarta, Rabu (4/12/2013) kemarin. Ketua Umum DMI Pusat Jusuf Kalla menyambut baik kedatangan Abdullah di Kantor Pusat DMI. Keduanya serius berbincang mengenai masjid dan sistem pengelolaannya serta pendidikan.

Di Indonesia, kata JK yang saat itu mengenakan batik berwarna kuning emas , ada sekitar 850 ribu masjid dan musala, semuanya dikelola secara swadaya oleh masyarakat, bukan negara.

Ini merupakan suatu kebanggaan bahwa masyarakat muslim di tanah air mempunyai kemandirian untuk kepentingan bersama.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Kamis (5/12/2013), JK mengatakan pada Abdullah, DMI sedang melaksanakan program pemberdayaan masjid yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Berbagai program itu antara lain penataan akustik atau tata suara masjid agar lebih baik. Kemudian, sambung Kalla lagi, pendirian 1.500 PAUD berbasis masjid, pendirian bank Islam di masjid, pengadaan pos kesehatan berbasis masjid.

Abdullah nampak serius mendengarkan pemaparan JK, apalagi menurut JK Masjid di Indonesia bisa menjadi pusat kemasyarakatan.

“Masjid harus menjadi pusat kemasyarakatan. Bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai tempat membangun kehidupan kemasyarakatan,” kata Wapres RI 2004-2009 itu.

Abdullah yang kepincut program DMI mengatakan bahwa lembaga yang ia pimpin berkonsentrasi dalam pembangunan dan pengembangan pendidikan Islam di seluruh dunia. Selain itu, juga pengembangan masjid.

“Kami berkantor pusat di Jeddah, Arab Saudi. Selama ini sudah banyak membantu pengembangan pendidikan Islam, termasuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa muslim dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia,” ungkap Abdullah.

Menurut Abdullah adalah sangat penting untuk mengelola masjid berbasis Teknologi Informasi (TI) dan memajukan ilmu pengetahuan dengan buku-buku.

Untuk itu ia mengajak DMI untuk bekerjasama dalam pengembangan masjid, khususnya dalam dakwah berbasis TI, serta penerbitan buku-buku dakwah untuk disalurkan ke masjid-masjid.

Abdullah mengaku sangat tertarik dengan program yang tengah dijalankan oleh DMI. “Kami juga tertarik pada program penataan akustik masjid, dan akan kami upayakan untuk dapat berkontribusi dalam program tersebut,” papar pria yang mengenakan busana khas tanah Arab tersebut.

DMI menyambut baik tawaran kerjasama dari Rabhithah Alam Islamy untuk pengembangan pemberdayaan masjid di Indonesia.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved