Fosil Macan Tertua Ditemukan di Himalaya, Menguak Misteri Penyebarannya
Diperkirakan, fosil berwujud potongan tengkorak tersebut sudah berusia antara 4,1 hingga 5,95 juta tahun
TRIBUNJOGJA.COM, TIBET - Paleontolog AS dan China berhasil menemukan fosil spesies kucing besar yang diklaim sebagai fosil paling tua di dunia. Fosil dari binatang yang disebut mirip dengan macan tutul salju ini, berhasil mereka temukan di dataran tinggi Himalaya, Tibet. Diperkirakan, fosil berwujud potongan tengkorak tersebut sudah berusia antara 4,1 hingga 5,95 juta tahun. Untuk menjelaskan spesies tersebut, para peneliti menamakan dalam bahasa ilmiah sebagai Panthera Blytheae.
Adapun temuan yang juga dipublikasikan di The Royal Society Journal Proceedings B itu, sekaligus memperkuat teori yang menjelaskan bahwa spesies kucing besar ini awalnya berkembang di wilayah Asia Tengah, bukan di Afrika sebagaimana diyakini selama ini.
Untuk mengetahui usia fosil ini, para peneliti telah menggunakan tes anatomi dan DNA. Langkah itu juga sekaligus untuk memastikan bahwa temuan tengkorak itu memang benar-benar berasal dari seekor kucing besar yang telah punah.
"Kucing besar ini mirip sebagai adik dari macan tutul salju, ia memiliki ukuran dahi yang lebar dengan bentuk wajah yang pendek. Namun ukurannya sedikit lebih kecil dibandingkan dengan macan tutul," jelas ketua penulisan laporan jurnal Dr Jack Tseng dari University of Southern California.
Ia menambahkan bahwa temuan itu sekaligus bisa menjadi kunci untuk menjawab bagaimana hewan berevolusi dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. (BBC News)