Penangkapan Terduga Teroris
Densus 88 Amankan Bom Rakitan dan Sepucuk Revolver
Satu buah bom rakitan dan sepucuk senjata api revolver diamankan dari lokasi penyergapan empat terduga teroris di Jalan Pahlawan
Demikian diungkapkan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
“Satu buah senjata api revolver dan tas berisi bom rakitan diamankan dari mereka,” kata Ronny.
Sementara senjata api revolver yang disita merupakan senjata yajng digunakan deayah alias Kim pada saat menyerang tim Densus 88 Antiteror. “Dayah alias Kim mengeluarkan senjata dan menembak petugas pada saat akan disergap,” katanya.
Empat pelaku tindak pidana terorisme yang disergap tim Densus 88 Antiteror Polri di Jalan Pahlawan, Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (22/7/2013) sekitar pukul 08.45 WIB.
Empat teroris tersebut sudah menjadi buruan tim berlambang burung hantu sejak lama. Mereka kerap kali lolos dari buruan Densus 88 sejak peristiwa perampokan Bank CIMB Niaga 2010 lalu. Mereka pun melakukan perekrutan orang-orang baru untuk melakukan fai atau mmerampok untuk kepentingan teror.
Pada saat disergap, keempat teroris tersebut sedang menunggu kendaraan umum di Tulung. Saat Densus 88 akan menyergapnyya, tiba-tiba pergerakannya diketahui sang teroris. Dayah alias Kim tiba-tiba mengeluarkan senjata apinya dan menembak tim Densus 88 yang mendekat.
Baku tembak pun tidak terhindarkan lagi sampai akhirnya Dayah bersama temannya tewas diterjang peluru petugas. Sementara dua orang teroris yang belum mau dibuka oleh pihak kepolisian menyerah dan saat ini masih diperiksa intensif tim Densus 88.
Sementara teroris yang tewas dibawa petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk dilakukan pemeriksaan jenazah lebih lanjut untuk memastikan identitasnya.(*)