Ramadan 1434 H

Pecinan, Sentra Kembang Api di Magelang

Para penjual kembang api di Magelang mulai menjajakan dagangannya bahkan sebelum memasuki bulan ramadan

Penulis: Muhammad Fatoni | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kembang api seolah menjadi bagian dari tradisi pada bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri tiap tahunnya, termasuk di Kota Magelang. Tak heran apabila sejumlah pedagang musiman yang menjual kembang api pun marak di sejumlah titik kota.

Satu lokasi yang cukup marak dengan pedagang musiman kembang api, yaitu di kompleks perbelanjaan Jalan Pemuda, Kota Magelang. Di tempat yang dikenal dengan sebutan Pecinan ini, puluhan pedagang kembang api menjajakan dagangannya yang beraneka bentuk dan ragam.

Bahkan beberapa pedagang kembang api di tempat ini telah muncul sejak sebelum bulan puasa. Mereka seolah ingin mengoptimalkan momen bulan Ramadan untuk meraup berkah dengan penjualan kembang api tersebut.

Isnawan, misalnya, yang mengaku jauh-jauh datang dari Semarang untuk menjual kembang api di Kota berjuluk Seribu Bunga ini. Ia menuturkan, dirinya menumpang lapak seorang kenalannya untuk menjajakan dagangan yang ia bawa dari Semarang tersebut.

“Kalau jualan di Semarang sendiri sudah terlalu banyak, makanya saya coba peruntungan di sini, ya walaupun juga lumayan ramai, tapi ndak  sebanyak di Semarang persaingannya,” ujar pria 35 tahun ini.

Ia terbilang sudah cukup lama berjualan kembang api. Namun ia hanya menjual kembang api saat momen – momen tertentu, misalnya Ramadan, Idul Fitri atau malam pergantian tahun.

Menurutnya, pangsa pasar kembang api di Kota Magelang pun terbilang masih cukup tinggi. Hal itu terbukti dengan cukup maraknya anak-anak dan remaja, bahkan hingga orang dewasa yang menyulut sejumlah kembang api di alun-alun Kota Magelang, selepas salat tarawih.

“Lumayan ramai juga yang main kembang api, jadi ya cukup banyak yang laku jualan saya, Alhamdulillah,” imbuhnya.

Kembang api yang dijualnya pun bervariasi, mulai dari harga dan ukuran. Ia menuturkan, harga yang dipatok untuk sebuah kembang api tergantung dari ukuran serta jenis dan jumlah tembakan dari kembang api tersebut.

“Yang paling murah ada sih yang kecil, harganya Rp 1.000 per biji, ada juga yang harganya Rp 40 ribu dan Rp Rp 50 ribu,” urainya.

Penjualan kembang api di Kota Magelang selama bulan Ramadan memang terbilang cukup marak. Pantauan Tribun Jogja di beberapa pedagang Kembang Api di Pecinan (Jalan Pemuda), warga biasanya mulai berburu kembang api pada sore hari, hingga menjelang waktu berbuka puasa.

“Kalau awal-awal puasa masih terbilang biasa sih, paling dagangan saya terjual 3-4 biji per hari, tapi nanti menjelang akhir-akhir puasa sampai lebaran, biasanya ramai yang beli, apalagi pas malam takbiran,” kata pedagang kembang api lainnya, Roni.

Terpisah, Kasatpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana, menyatakan pihaknya memang tidak melarang para pedagang tiban tersebut untuk menjual jenis kembang api pada bulan Ramadan. Hanya ia berharap para pedagang tetap berdagang secara tertib, tidak mengurangi hak atau bahkan merugikan orang lain.

”Misalnya efek jualannya sampai mengganggu kepentingan publik, atau bahkan menyalahi aturan. Karena kalau seperti itu, sudah pasti akan kami tindak,” jelasnya. (ton)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved