Harga BBM Naik

Kuda Lumping 45 Meter Kritik Kenaikan BBM

Kenaikan BBM bersubsidi menjadi perhatian masyarakat saat ini, dari berbagai aspek, tidak terkecuali para seniman.

Penulis: oda | Editor: Joko Widiyarso
Laporan Reporter Tribun Jogja, Obed Doni Ardiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Kenaikan BBM bersubsidi menjadi perhatian masyarakat saat ini, dari berbagai aspek, tidak terkecuali para seniman. Salah satu seniman Klaten yang peduli dengan kebijakan pemerintah untuk menaikan BBM ialah Sanggar Lima Benua di Klaten. Mereka membuat sebuah kuda lumping sepanjang 45 meter untuk mengkritisi kebijakan pemerintah tersebut.

Lembaran papan dari triplek yang masing-masing sepanjang lima meter mulai disusun dan membentuk kuda lumping yang panjang, Jumat (21/6/2013) sore. Kuda lumping yang disusun di dekat Kantor Arsip dan Perpustakaan Klaten itu bertuliskan 'Indonesia Bagian dari Kedaulatan Rakyat'.

“Kami ingin menyoroti Indonesia yang sudah kehilangan jati diri. Jati diri dalam kebudayaan, ekonomi, maupun politik. Ketika berbicara tentang harga diri dan jati diri bangsa maka kita akan membicarakan kedaulatan. BBM merupakan sebagian dari kedaulatan. Kedaulatan untuk mengolah sendiri dan diperuntukkan untuk kesejahteraan rakyatnya sendiri,” tutur Pembina Sanggar Lima Benua, Hari Purnama kepada Tribunjogja.com di Klaten, Jumat (21/6/2013).

Sebanyak 45 muda mudi menunggangi kuda luping tersebut. Setiap satu meter terdapat tali yang digunakan para penunggang. Saking panjangnya, rangkaian kuda lumping panjang itu sempat putus saat awal keberangkatan. Namun kemudian pihak sanggar menyambungkannya kembali.

Selain ada kuda lumping panjang dan 45 penunggangnya, ada dua kuda lumping biasa yang mengiringi perjalanan, serta cucuk lampah yang menggunakan topeng tradisional yang membunyikan kentongan secara berirama. Ditambah lagi sebuah gerobak warna hijau yang bertuliskan 'BBB Diolah Sendiri Saja'.

“Persoalan hilangnya kedaulatan atas air, bumi, dan BBM juga bagian dari jati diri Indonesia yang hilang. Memiliki hak penuh sama saja dengan memiliki kedaulatan. Simbol 45 adalah mengharapkan agar jati siri Bangsa Indonesia kembali ke 1945 yaitu ajaran Bung Karno. Artinya kedaulatan atas Politik, Ekonomi, dan Budaya,” ucapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved