Keributan di Liquid Semarang
Pemicu Keributan di Liquid Semarang Mengaku Anak Buah John Kei
Kedua pria yang diperkirakan berasal dari Indonesia bagian timur itu mengaku sebagai anggota John Kei
TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG - Perkelahian sekelompok pria yang diduga preman dengan aparat keamanan di Cafe Liquid, di Gedung Thamrin Square lantai dua, di Jalan Thamprin, Semarang, terekam kamera CCTV.
Public Relation Cafe Liquid, Aji menuturkan, tamu yang kedatangannya memicu kericuhan itu tiba di kafe, Kamis (30/5/2013) sekitar pukul 00.50 WIB.
"Berdasarkan rekaman CCTV, kali pertama yang datang dua pria. Mereka memaksa masuk tapi tidak mau membayar," kata Aji, kepada Tribun Jateng (Tribunnews.com Network), Kamis (30/05/2013) malam.
Saat itu, menurut Aji, kedua pria yang diperkirakan berasal dari Indonesia bagian timur itu mengaku sebagai anggota John Kei, seorang preman yang tinggal di Jakarta. Kedua pria tersebut kemudian memukul petugas sekuriti Kafe Liquid.
Mereka lalu turun ke lantai satu, namun tiga menit kemudian kembali lagi ke Kafe Liquid. Kedatangannya kali ini bersama empat pria lain."Jumlah mereka sekitar 6 orang," terang Aji.
Selanjutnya, keenam pria tersebut kembali membuat keributan dan bersitegang dengan sekuriti Kafe Liquid di pintu penjualan tiket. Seorang aparat keamanan yang kebetulan berada di lokasi kejadian lantas melerai perkelahian tersebut.
Namun, menurut Aji, sekelompok pria yang diduga preman itu justru memukul aparat keamanan. Mereka juga mengumpat dan mencaci maki.
"Kami tidak takut tentara atau polisi. Di Jogja dan Jakarta, mereka kami gorok," kata Aji menirukan ucapan sekelompok preman itu.
Dijelaskannya Aji, semua tindakan brutal dan perkataan sekelompok pria itu terekam kamera CCTV. Keesokan hari pascakeributan, petugas Denpom dan Kodim meminta rekaman tersebut.
"Kami menyerahkan rekaman itu," kata Aji.
Akibat keributan itu, seorang pria bernama Rido Hehanusa (31), Warga Ambon Kamis dini hari kemarin ditemukan tewas.(Tribun Jateng)