Sengketa Gua Pindul

Sengketa Pindul Belum Capai Titik Temu

Perebutan pengelolaan Gua Pindul belum juga usai

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Rina Eviana Dewi
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Perebutan pengelolaan Gua Pindul belum juga usai meski pemerintah kabupaten Gunungkidul bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) sudah mengesahkan perda tentang kepariwisataan.

Pihak Atiek Damayanti melalui M Siput dan Edi Purwanto meminta kepada tiga pengelola yakni Dewabejo, Wira Wisata dan Panca Wisata untuk menolak wacana pengelolaan Gua Pindul oleh Pemkab Gunungkidul.

Permintaan tersebut disampaikan oleh M Siput bersama Edi Purwanto, Murdiana, Marsudi kepada tiga pengelola di Sekretariat Dewa Bejo, Selasa (21/5/2013) malam. Dalam pertemuan tersebut pihak Atiek juga meminta harga tiket masuk ke Gua Pindul dinaikkan dari Rp 30 ribu menjadi Rp 50 ribu perorang. Rinciannya, pengelola tetap menarik Rp 30 ribu sedangkan Rp 20 ribu sisanya untuk pihak Atiek Damayanti.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sendiri rencananya akan melakukan pertemuan dengan tiga pengelola dan pihak Atiek Damayanti untuk mencari jalan keluar permasalahan pengelolaan Gua Pindul pada Jumat (24/5) mendatang.

Ketua Kelompok Dewa Bejo, Subagyo mengakui kalau pihak Atiek Damayanti meminta kepada tiga pengelola untuk menolak wacana pengelolaan Gua Pindul oleh Pemkab Gunungkidul. Dengan begitu, gua tetap bisa dikelola oleh warga namun tetap harus melibatkan pihak Atiek selalu pemilik lahannya.

“Iya, tadi malam Pak Siput meminta kami (tiga pengelola) untuk menolak Gua Pindul dikelola oleh Pemkab.”katanya, Rabu(22/5).

Bagyo menjelaskan, dalam pertemuan antara M Siput dan tiga pengelola, pihaknya tidak memberikan jawaban setuju atau tidak terkait dengan permintaan untuk menolak pengelolaan Gua Pindul oleh pemkab. Namun yang jelas, tiga pengelola sudah sepakat untuk menyerahkan pengelolaannya kepada pemerintah jika akan diambil alih.

“Kami sudah sepakat jika pemerintah akan mengambil alih pengelolaan Gua Pindul. Namun, tiga pengelola harus dilibatkan dalam pengelolaan tersebut sehingga warga yang selama ini menggantungkan kehidupannya dari obyek wisata Gua Pindul tidak kehilangan mata pencaharian,” ucapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved