Manten Tebu Awali Penggilingan Gula di PG Gondang Baru
Upacara tradisi cembrengan atau mengarak tebu pengantin digunakan untuk menandai dimulainya musim giling 2013.
Penulis: oda | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Upacara tradisi cembrengan atau mengarak tebu pengantin digunakan untuk menandai dimulainya musim giling 2013. Setiap tahun, tradisi tersebut digelar sebelum PG Gondang Baru melakukan giling tebu. Tradisi manten tebu tersebut dilakukan mulai pukul 07.30 WIB, di kompleks pabrik tersebut, Kamis (2/5/2013).
“Prosesi utama tradisi ini tidak berkurang, meskipun dulu ada tari tebu. Tradisi ini sudah turun-temurun dilakukan dan perlu terus dilestarikan. Tahun ini, pengantin tebu yang diarak diberi nama Jaka Bagus Sarana dan Rara Ayu Sri Asih,” jelas Kepala SDM dan Umum PG. Gondang Baru, Jauhari Rahmanto, kepada Tribunjogja.com, di Klaten, Kamis (2/5/2013).
Berdasarkan informasi dan pengamatan Tribunjogja.com, sebelum penganten tebu yang telah dipilih dan ditembang, sekitar 30 karyawan PG Gondang baru melakukan tradisi Wungon, atau menginap semalam, di Kebun Mayungan, sebelum pada pagi harinya sepasang temanten tebu diambil untuk digunakan dalam tradisi manten tebu (Cembrengan).
Pengantin tebu kemudian diarak dari halaman belakang PG Gondang Baru menuju halaman depan pabrik. Sepasang penganten tebu yang diangkut kereta kuda itu diikuti karyawan dan petani yang berjalan dengan membawa pohon tebu, yang didahului dengan reog ponorogo.
Setelah dilakukan seserahan ke petugas penggilingan di depan Rest Area PG Gondang Baru, temanten tebu dibawa ke pabrik. Sesampai di pabrik, sirene tanda penggilingan dinyalakan, kemudian mesin-mesin mulai dinyalakan. Lalu, temanten tebu, dan tebu-tebu pengiring lainnya, dimasukkan ke mesin penggiling. (*)