Pembatasan BBM Subsidi

Belasan Mobil Antre Solar di SPBU Bantul Kota

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) solar bersubsidi di Bantul dikeluhkan banyak pemakai kendaraan bermesin diesel.

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Joko Widiyarso
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) solar bersubsidi di Bantul dikeluhkan banyak pemakai kendaraan bermesin diesel.

Dari pantauan Tribun Jogja pagi ini (Rabu, 3/4/2013) di SPBU Bantul Kota, belasan mobil pemakai solar terlihat mengantre hingga ke ruas  jalan, di antaranya truk, bus, bahkan mesin penggiling padi ikut mengantre.

"Saya sudah lima hari tak narik, mau dapat solar di mana. Ini saja tadi balik dua kali ke sini, tadi jam lima ngecek ada nggak, katanya ada, trus saya bawa mesin gilingan ke sini," ujar Babut (50) warga Karanggayam, Bantul ini di sela mengantre untuk mendapatkan solar.

Senada diungkapkan oleh Gonel (35), sopir truk material ini mengaku sudah sepekan ini sangat sulit mendapatkan solar. Meski ada solar non subsidi yang disediakan oleh beberapa SPBU di Bantul, namun Gonel enggan membelinya dikarenakan selisih harga yang cukup banyak.

"Ya ini spekulasi saja, semoga dapat solar. Tadi saya sudah keliling ke SPBU Diro, Pandak, dan Pocung semua kosong. Kalau beli solar non subsidi mahal, Rp 10.600," ungkapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved