Sengketa Gua Pindul
Atik Mengaku Beri Izin Penutupan Pindul
Penutupan itu menurutnya sebagai bagian rencana perbaikan Pindul.
Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Sigit Widya
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Anggota DPRD Gunungkidul dari Partai Amanat Nasional (PAN), Edi Purwanto, memilih irit bicara atas insiden di Gua Pindul, Kamis (7/3/2013) siang. "Saya belum bisa berkomentar banyak. Kami akan mengedepankan mediasi untuk mencari jalan yang terbaik," kata Edi.
Setelah dievakuasi dari kepungan ratusan warga di kawasan Gua Pindul, kelompok Forum Warga Bejiharjo untuk Pindul (FWBP) sempat meneruskan aksinya. Mereka menutup jalan di pertigaan jalan lingkar utara Wonosari-Grogol yang menuju Desa Bejiharjo.
Forum yang juga beranggotakan kelompok Taruna Wisata menutup jalan menggunakan baliho digital printing yang sebelumnya terpasang di mulut gua. Selain itu warga juga menghentikan paksa kendaraan yang hendak menuju Bejiharjo.
Namun aksi ini langsung dicegah petugas kepolisian. Setelah itu Wakapolres Gunungkidul, Kompol Arthur Simamora dan Kapolsek Karangmojo, Kompol Saman langsung melakukan negosiasi dengan Edi Purwanto.
Arthur kembali menekankan konflik Gua Pindul sudah ditangani Pemda. Polisi mengulang hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Jika ada yang bertindak anarkis, polisi pun tak segan bertindak tegas. Pemblokiran pun segera diakhiri.
Kuasa Hukum Atiek Damayanti, M Rohmidi Sri Kusumo dihubungi terpisah menegaskan penutupan Gua Pindul kemarin sudah seizin Atiek Damayanti sebagai pemilik lahan di atas gua. Rohmidi berkilah penutupan juga untuk kepentingan keselamatan.
"Kalau ada kejadian di gua, pemilik juga yang ditarik-tarik bertanggungjawab. Lha siapa lagi? Pemerintah kan tidak tanggungjawab," tuduh Midi dihubungi via telepon kemarin sore. Ia meminta aturan hukum ditegakkan.
Sedangkan Atiek Damayanti melalui pernyataan yang disampaikan Siput, kakak iparnya, mengakui penutupan itu sudah seizinnya. Penutupan itu menurutnya sebagai bagian rencana perbaikan Pindul.
"Rencana penutupan sudah disosialisasikan dua minggu sebelumnya, ke masyarakat, Pemkab, Camat dan kepolisian," kata Siput. Ia berdalih, penutupan tak ada kaitan dengan kisruh Gua Pindul.
Terkait pemasangan baliho yang mempromosikan resto miliknya di lokasi dan ada foto Sri Sultan HB X, Siput mengaku bukan dia yang memasangnya. Baliho itu dipasang Yayasan Go Green Lintas Agama.
"Pernyataan ajakan ini diresmikan di Banyumili Resto oleh Sri Sultan HB X beserta tujuh tokoh agama. Itu kan juga dipasang di Kaliurang dan Prambanan," kata Siput. Sebab itu, Siput menegaskan pemasangan spanduk itu tak berkaitan dengan dirinya.
(Tribunjogja.com)