Sengketa Gua Pindul
Badingah: Pindul Tetap Berbasis Pengelolaan Masyarakat
Regulasinya akan dituangkan dalam Raperda Kawasan Wisata yang segera diajukan ke DPRD Gunungkidul.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Sigit Widya
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Bupati Gunungkidul Badingah menegaskan, penyelesaian konflik objek wisata Gua Pindul tetap akan berbasiskan pola pengelolaan oleh masyarakat. Pemkab tidak akan mengambilalih pengelolaan objek wisata itu.
"Pengelolaan tempat wisata di desa wisata tetap akan memberdayakan masyarakatnya," kata Badingah seusai pembukaan Musyawarah Cabang Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gunungkidul, kemarin.
Regulasinya akan dituangkan dalam Raperda Kawasan Wisata yang segera diajukan ke DPRD Gunungkidul. Setelah peraturan itu terwujud, diharapkan pengelolaan desa wisata tidak menimbulkan konflik seperti yang saat ini terjadi.
Anggota Komisi A DPRD Gunungkidul, Slamet, mengingatkan pemerintah tidak boleh lepas tangan. "Memang berbasis masyarakat, namun tidak boleh los seratus persen. Harus ada kontrol dari pemerintah," kata Slamet.
Politisi Partai Golkar ini mengungkapkan, Raperda Kawasan Wisata yang saat ini masih disusun pemerintah juga jangan hanya berisi penyelesaian konflik Pindul semata. Raperda tersebut harus mencakup semua pengaturan untuk pengelolaan desa wisata.
Terkait sengketa Pindul, Slamet menyayangkan keterlibatan oknum-oknum tertentu yang menyebabkan konflik tak hanya vertikal namun sudah mengarah konflik horisontal. Pemkab harus bertanggungjawab mengapa pihak-pihak yang berizin tak boleh ikut mengelola.
Perkembangan lainnya, Polres Gunungkidul belum serius memroses pelaporan Warman, warga Gelaran terhadap intimidasi dan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan Edi Purwanto, anggota DPRD Gunungkidul dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Suhadi, mengatakan penyidik baru meminta keterangan pelapor. Belum ada satupun saksi yang dimintai keterangan. "Dalam pekan ini kami mengirimkan surat panggilan ke saksi-saksi," kata Suhadi.
Ketua DPD PAN Gunungkidul, M Dodi Wijaya juga mengaku belum memanggil kadernya, Edi Purwanto. "Kemungkinan pekan ini akan dipanggil untuk klarifikasi," kata Dodi Wijaya.
(Tribunjogja.com)