Komunitas Parkour JUMPalitan

Mengenal Komunitas Parkour Jogja JUMPalitan

Di Yogyakarta, kegiatan ini mulai semakin diminati. Adalah JUMPalitan, sebuah komunitas yang rutin berlatih parkour dan mempunyai agendanya sendiri.

Tayang:
Penulis: rap | Editor: Joko Widiyarso
Laporan Reporter Tribun Jogja, Riezky Andhika Pradana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jika ada yang melihat anak-anak muda berlari kencang, melompat dengan cepat, mahir melibas bermacam rintangan, pagar, pohon, hingga bangunan, maka dilihat dulu dengan baik. Bukan berarti mereka adalah pencuri yang sedang dikejar massa.

Para pemuda tersebut bisa jadi sekawanan yang sedang melakukan parkour. Kegiatan yang cukup menantang adrenalin ini memang merupakan seni gerak berpindah dengan cepat dan terampil dari satu tempat ke tempat lainnya.

Tanpa alat bantu apapun, dengan hanya mengandalkan tubuh, pegiat parkour mampu dengan sangat cepat berpindah tempat, dari satu titik ke titik lain. Bahkan tak jarang, para ahli parkour bisa melompati antargedung pencakar langit.

Di Yogyakarta, kegiatan ini mulai semakin diminati. Adalah JUMPalitan, sebuah komunitas yang rutin berlatih parkour dan mempunyai agendanya sendiri.

Menurut pegiat komunitas, Sentra Jaelani, nama JUMPalitan berasal dari teman-temannya yang iseng ketika sms untuk berkumpul atau latihan bareng. Misalnya “ayo kita jumpalitan hari ini….” Dan mereka pun sepakat memakai JUMPalitan sebagai nama komunitasnya.

Sentra menjelaskan bahwa JUMPalitan juga mempunyai arti sendiri. ‘J’ adalah= Jogjakarta, kota mereka berasal, kemudian ‘U’ adalah Ubiquitous yang berarti berada di mana-mana, maksudnya di sini, ujar Sentra, mereka suka berlatih di tempat manapun. ‘M’ adalah Multitude yang bermakna keberagaman, “Teman-teman JUMPalitan itu berasal dari daerah, dan latar belakang yang berbeda, dan ‘alitan’ adalah embel-embel untuk menunjukan bernuansa Jawa,” jelasnya kepada Tribun Jogja.

Komunitas ini mempunyai jadwal latihan rutin setiap Selasa dan Kamis. Mereka biasanya mulai berlatih sejak jam empat sore hingga matahari terbenam. Tempat yang menjadi sarang mereka adalah di Graha Sabha Pramana, UGM. Sedangkan setiap hari Minggu mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. mereka biasanya berjumpalitan di sekitar Kampus Fakultas Teknik Industri UII, Jalan Kaliurang Km. 14,5. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved