Terorisme

Peneror Bom Dua Kali Ancam SMA Warga

Ancaman teror bom yang diterima SMP dan SMA Warga Solo yang terletak satu kompleks ternyata merupakan teror kali kedua

Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: Rina Eviana Dewi
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan

TRIBUNJOGJA.COM , SOLO - Ancaman teror bom yang diterima SMP dan SMA Warga Solo yang terletak satu kompleks ternyata merupakan teror  kedua. Ancaman pertama sudah diterima oleh salah seorang guru, namun tidak dilaporkan pihak kepolisian.

Ancaman pertama diterima pada Minggu (18/11/2012), kemudian disusul ancaman kedua pada Rabu (21/11/2012). Kedua ancaman tersebut diterima oleh guru yang sama lewat layanan short message service (SMS). Kedua ancaman itu juga berasal dari nomer ponsel yang sama.

Menurut AKP Sartam, Pasiops Brimobda Detasemen C Polda Jateng, ancaman pertama tak dipeduli karena dianggap hanya ulah iseng dari orang yang tak bertanggung jawab. Ancaman diterima pada Minggu malam. Pihak sekolah saat itu melaporkan aksi teror lewat SMS itu ke Polsek Jebres. Saat itu petugas belum melakukan penyisiran.

"Tapi ternyata beberapa hari kemudian muncul ancaman lagi," katanya, Rabu (21/11/2012). Ancaman kedua diterima guru yang sama lewat SMS pada Rabu pagi sekitar pukul 09.30. Dalam ancaman itu, peneror akan meledakkan sekolahan pada pukul 11.00. Khawatir, pihak sekolah kembali melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Petugas Brimobda Detasemen C Polda Jateng datang melakukan penyisiran. Mereka yang berjumlah 1 SSK membawa persenjataan lengkap, termasuk metal detektor dan mirror. Selama proses penyisiran, seluruh akses masuk sekolahan ditutup rapat. "Aktifitas belajar mengajar tetap berjalan biasa," kata Sartam lagi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved