Terorisme

Terduga Teroris Poso Ternyata Jaringan Santoso

Santoso adalah anggota Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), buronan teroris paling dicari saat ini.

Editor: Sigit Widya
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Dua terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror adalah Yasin alias MY dan Kholid alias K. Keduanya diduga terkait jaringan teroris yang paling dicari aparat kepolisian, yakni Santoso.

Menurut Kepala Biro Penerangan Umum Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, keduanya juga diduga turut andil dalam rangkaian teror di Palu.

"Mereka yang ditangkap terkait kelompok teror terdahulu, khususnya terkait DPO Santoso dan beberapa yang merencanakan aksi teror maupun yang telah dilakukan di Palu dan perampokan bank," kata Boy dalam jumpa pers yang dilakukan di Mabes Polri, Sabtu (3/11/2012).

Santoso adalah buronan teroris paling dicari saat ini. Anggota Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) itu diduga terlibat dalam sejumlah aksi teror, termasuk dalam aksi penembakan tiga anggota Polisi di BCA Palu pada 25 Mei 2011.

Ia juga sempat memimpin pelatihan teroris di Poso. Pelatihan teroris di Poso kemudian melahirkan sel-sel teroris baru seperti Thorik dan kawan-kawan yang terkait dengan jaringan Solo.

Terakhir, polisi menangkap Imron yang merupakan kurir dari jaringan Santoso di Jalan Kangkung Kelurahan Balaroa, Kota Palu, Sulawesi Tengah pada Senin (8/10/2012) lalu. Imron berperan mencari dan membeli senjata api untuk mendukung pelatihan yang dipimpin Santoso tersebut.

Pria kelahiran 26 Januari 1986 itu juga melakukan fai (mencari dana dengan menghalalkan segala cara) berulang kali di wilayah Sulawesi Tengah atas perintah Santoso. Setelah melakukan pengembangan jaringan Santoso, polisi kemudian menangkap Tomo alias Yasin alias MY dan juga Kholid alias K di Kota Poso, Sulawesi Tengah pada Sabtu pagi ini. K tewas ditembak aparat kepolisian saat melempar bom pipa ke arah aparat. Jenazah K akan diotopsi di Palu.

(Tribunjogja.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved