Terorisme

Terduga Teroris Palmerah Dulunya Anak Bandel

Davit Anshary dan Herman Sutiono yang diringkus oleh Densus 88 Anti-teror, di mata Yudi, kerabat jauhnya sama seperti remaja pada umumnya.

Editor: Rina Eviana Dewi
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Davit Anshary dan Herman Sutiono yang diringkus oleh Densus 88 Anti-teror, di mata Yudi, kerabat jauhnya sama seperti remaja pada umumnya. 

"Saya memang sudah jarang ke sini. Mereka itu orangnya suka nongkrong sama remaja sini," kata Yudi kepada Tribun di RT 03/ RW 09 Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (27/10/2012).

Yudi yang juga masih bersekolah ini malah menganggap Davit, adik dari Herman sebagai remaja yang nakal. Bahkan Davit pernah tidak naik kelas.

"Dia pernah tidak naik waktu di STM Bonjer, terus pindah ke Sekolah Pelayaran Kebon Jeruk," kata Yudi.
Namun, Yudi sempat melihat ada perubahan dari Davit, yaitu sering mengikuti kegiatan keagamaan. Yudi pun menganggap Davit sudah bertobat dari kenakalannya.

"Pas lihat Davit sering pergi ke kegiatan keagamaan, saya pikir dia sudah tobat," ucap Yudi.
Yudi juga sempat kaget ketika mendengar dari keluarganya, bahwa Herman dan Davit pernah menonton film tentang jihad.

"Waktu itu memang pernah diingatkan jangan nonton film begituan. Saya juga nggak tahu dapat film itu dari mana," ucap Yudi.(*)
Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved