Kemarau di Gunungkidul

Telaga Kering, Warga Optimalkan Air Pam Dua Kali Lipat

Sejumlah warga di sekitar telaga Sri Lulut dusun Serpeng, Pacarejo, Semanu selama hampir tiga bulan tak bisa lagi memanfaatkan air telaga.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sejumlah warga di sekitar telaga Sri Lulut dusun  Serpeng, Pacarejo, Semanu selama hampir tiga bulan tak bisa lagi memanfaatkan air telaga. Hal itu lantaran telaga yang menjadi andalan warga tersebut, sudah mengering.

Telaga berukuran besar tersebut, biasanya dipergunakan warga untuk mandi, mencuci, memandikan ternak, dan kebutuhan ternak lainnya. "Sudah hampir tiga bulan ini kami tidak menggunakan air telaga," jelas salah satu warga Tugiyono kepada Tribun Jogja, beberapa waktu lalu.

Dengan mengeringnya air di telaga Sri Lulut, sejumlah warga kemudian terpaksa memanfaatkan air pam yang berasal dari sumber Seropan. Mereka mengaku selama musim kemarau kebutuhan air pam meningkat dua kali lipat. "Kalau biasanya ada air telaga jauh lebih hemat. Karena air pam hanya untuk minum dan memasak," imbuhnya.

Menurutnya, dengan dibantu sumber air telaga saat musim penghujan, kebutuhan air selain untuk minum dan memasak dapat lebih terbantu. Menurutnya, hampir seluruh penduduk menggunakan air pam dengan harga 1 kubik air mencapai Rp 5 ribu.

"Kalau pas musim kering ini, rata-rata kami menghabiskan air sebulan 8-12 kubik, untuk memenuhi semua kebutuhan yang ada," jelasnya.

Warga lainnya, Karjo Wiyono (76) menjelaskan kendala utama yang dihadapi selama musim kemarau ini adalah sulitnya pakan ternak. Ia pun terpaksa menggunakan daun kering ataupun gaplek untuk memberi makan ternak. "Kalau mau beli tebon (daun jagung) untuk pakan ternak, mahal dan harga tak pasti," jelasnya.

Pantauan Tribun Jogja, telaga Sri Lulut tampak kering kerontang. Tanah di telaga tersebut pun terlihat pecah-pecah. Penduduk juga tidak terlihat melakukan aktivitas di telaga tersebut. Sementara beberapa telaga lain, seperti telaga Ngestirejo, Tanjungsari, telaga Ngeblak, Kemiri, Tanjungsari juga mengering. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved