Bibit dan Jathilan
Tuntutan Minta Maaf Dari Bibit Berlanjut
Sekitar 150 seniman dan pegiat seni dari Kota Magelang menggelar aksi pertunjukan seni jaran kepang atau jathilan, Selasa (18/9/2012) pukul 09.00.
Penulis: had | Editor: tea
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sekitar 150 seniman dan pegiat seni dari Kota Magelang menggelar aksi pertunjukan seni jaran kepang atau jathilan, Selasa (18/9/2012) pukul 09.00. Aksi damai dengan menampilkan nilai-nilai seni dalam kesenian tradisional tersebut digelar mulai kawasan lereng Gunung Tidar atau terminal lama Jalan Ikhlas, menuju halaman Setda Kota Magelang.
Aksi sebagai bentuk keprihatinan atas pernyataan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo yang menyatakan kesenian jathilan adalah terjelek di dunia ini, dilakukan dengan melakukan kirab jaran kepang lengkap beserta atributnya.
Bambang Eka Prasetya, seniman sekaligus penyair dan penulis buku Tanah Air Cinta, terbitan Nittra Maya Magelang, berisi tentang karya sastra puisi para penyair Magelang tentang kecintaan dan kebanggaan tanah air tersebut mengatakan,
"Kita memang sehari-hari di desa, tapi kita sangat bahagia. Ingatlah kita semua sama-sama manusia dan tidak ada bedanya. Pak Bibit juga manusia yang berasal dari desa, maka jangan mumpung punya jabatan. Maka jangan sumbar Bali Ndesa Ngenyek Wong Ndeso," ujarnya.
Ketua Dewan Kesenian Kota Magelang, Condro Bawono mengatakan, pernyataan Gubernur telah melukai perasaan seniman, khususnya seniman jaran kepang serta masyarakat penggemar kesenian ini.
"Memang beliau sudah menyatakan bahwa yang dimaksud adalah kelompok yang tampil saat acara di borobudur golf. Namun penjelasan itu bukan mengobati melainkan justeru menambah kekcewaan para seniman," tandasnya.
Turut ikut dalam aksi ini berbagai kelompok kesenian dari Kota Magelang antaralain, Kesenian jathilan celeng Rekso Budoyo, Sekar Budi Utomo, Kartika Harapan, Wahyu Satmiko, Cahyo Turonggo, Mudo Budoyo, Trisno Budoyo, Bengkel Seni, Teater Fajar, Roro Jonggrang, Bambang Eko Geguritan, Padepokan Gedhek Manthok, dan lain-lain.
"Tuntutan kami Bibit harus minta maaf secara jelas melalui media massa dan tidak mengulanginya lagi di kemudian waktu," tandasnya.(*)