Pilkada DKI

Pengedar Buku Black Campaign Ditangkap

Relawan Jokowi-Basuki tersebut gantian menanyai Eben sebab dan identitas pemberi buku tersebut ke warga.

Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA-  "Demi Allah Pak. Saya nggak tahu. Saya nggak dapat rezeki seumur hidup kalau saya tahu," ujar Eben Supardi (45) ketika ditanyai di markas  Posko Perjuangan Rakyat (Pospera), Jl. Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin malam (18/9/2012).

Eben, tertangkap menyebarkan buku 'Kumpulan Berita: Jokowi dan Fakta di Solo' tadi malam tak jauh dari rumahnya di Angke Indah IV No. 17 RT 002 RW 03, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Buku tersebut setebal 21 halaman.

Eben tampaknya berusaha sekuat tenaga meyakinkan belasan pria di Pospera siapa yang menyuruhnya menyebarkan berita kejelekan Jokowi selama memerintah di Solo.

Relawan Jokowi-Basuki tersebut gantian menanyai Eben sebab dan identitas pemberi buku tersebut ke warga.

"Masa bapak nggak tahu? Bapak kan ketua KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), harusnya tahu dan membaca dulu buku itu," ujar Bona Ventura, koordinator Pospera.

Sebagian lagi menyahut bahwa Eben akan dibawa ke Polda Metro Jaya jika tak kunjung memberi tau pihak pemberi buku tersebut.

Eben adalah ketua KPPS 012, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Ditanya puluhan kali, Eben tetap pada jawabannya semula. Ia mengaku tidak tahu dan tidak kenal penyebar buku gelap tersebut.

"Dia langsung bilang, Pak Eben tolong ini dibagikan. Dikasih ke saya dua hari yang lalu. Saya nggak baca langsung saya geletakin di kursi," jawab Eben.

Kisah mula penangkapan tersebut adalah saat seorang relawan Jokowi, masih berhubungan keluarga dengan Eben, menemukan buku tersebut berikut data identitas pasangan calon cagub dan cawagub DKI Jakarta 2012-2017.

"Jam 19.45 WIB saya lagi nongkrong di depan rumah. Dibagikan ke anak saya. Pak ini Jokowi. Sepintas saya baca nggak beres. Saya keluar kejar anak yang sebarin. Tapi nggak ketemu," ujar Maxi Nandyansah Rijo.

Maxi lantas bertanya kepada anaknya untuk mengetahui siapa yang membagikan buku tersebut. Anaknya, memberitahu yang memberikannya adalah Viki, anak Eben.

Karena masih kerabat, Maxi langsung menanyakan pembagian buku tersebut ke Eben. "Saya yang bagi. Iseng aja," ujar Maxi menirukan jawaban Eben.

Maxi kemudian memberitahu kalau konsekuensi tindakan tersebut berakibat fatal karena sudah bukan masa kampanye. Setelah diberitahu, Eben bersedia minta maaf. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved