Persiba
Persiba Bantul Siap Melenggang ke ISL
Laskar Sultan Agung akan mengutamakan kepentingan sponsor yang bersedia menyediakan dana
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Manajemen Persiba Bantul sungguh-sungguh dengan pernyataan yang telah disampaikan mengenai kompetisi yang akan diikuti tim musim depan. Laskar Sultan Agung akan mengutamakan kepentingan sponsor yang bersedia menyediakan dana bagi tim kebanggaan masyarakat Bantul.
Wakil manajer tim, Bagus Nur Edy Wijaya menyatakan, Persiba Bantul ibarat gadis seksi yang siap menerima pinangan seorang perjaka. Saat ini yang paling dinanti adalah pihak yang bersedia menjadi penyandang dana yang akan mencukupi seluruh kebutuhan klum musim mendatang.
Bahkan jika harus hijrah ke kompetisi Indonesian Premier League (ISL), Bagus menegaskan bahwa hal itu bukan mustahil bagi tim kesayangan Paserbumi. Asal ada pihak dari pihak yang bersangkutan yang berkomitmen penuh terhadap klub, Persiba siap berlaga di kompetisi yang digelar sejak 2008 lalu itu.
"Kalau memang ada yang mau menjadi sponsor yang membiayai kebutuhan kami secara penuh di ISL, kami akan langsung mau menerimanya. Kami rasa tidak perlu berpikir satu atau dua kali lagi," katanya kepada Tribun Jogja, Selasa (11/9/2012).
Meski begitu, Bagus mengakui hingga saat ini Persiba Bantul belum mendapatkan tawaran resmi dari pihak sponsor untuk berlaga di klub tertentu. Hal itu karena semua pihak saat ini masih menunggu kepastian kompetisi profesional musim mendatang.
Sekretaris tim, Wikan Werdo Kisworo menambahkan, Persiba Bantul tidak pernah bermasalah dengan pengurus ISL. Namun ia menyatakan belum mendapatkan tawaran untuk bergabung dengan kompetisi yang diikuti klub-klub berkualitas, yakni Persipura, Sriwijaya FC, Persija hingga, Persib.
"Kami tetap berhubungan baik dengan ISL saat ini. Tapi untuk tawaran bergabung musim depan, itu belum ada," jelasnya.
Adalah hal yang sah-sah saja jika Persiba Bantul memutuskan bergabung dengan ISL musim depan. Selain faktor pendanaan, ISL dinilai banyak pihak masih tetap menjadi kompetisi terbaik di Tanah Air. Hal itu dapat dilihat dari kualitas kompetisi serta penyelenggaraannya.
Direktur utama PT Bantul Indonesia Golsport (BIG), Idham Samawi memilih tetap berhati-hati dalam memilih kompetisi musim depan. Meski secara tersirat lebih condong ke ISL, mantan bupati Bantul itu akan tetap berpikir realistis mengenai kompetisi nanti.
"Tapi ada pula klub-klub ISL yang musim lalu tidak membayar pemainnya berbulan-bulan, bahkan sampai tujuh bulan. Intinya kami akan utamakan pihak yang bersedia menyokong kebutuhan kami," tuturnya.
Selain itu, pendukung Persiba Bantul Paserbumi terang-terangan ingin musim depan Laskar Sultan Agung memilih ISL daripada IPL. Selain kualitas kompetisi dan antusiasme penonton, ISL dinilai impian sesungguhnya masyarakat Bantul dua musim lalu.
Sebelumnya, sejumlah pemain Persiba Bantul juga menyatakan lebih memilih ISL ketimbang IPL. Selain dari pengalaman musim lalu, ISL masih dianggap kompetisi yang seharusnya diikuti setelah promosi dari Divisi Utama musim 2010/2011 lalu.
Tak hanya Busari dan Slamet Nurcahyo yang dengan tegas ingin bermain di ISL, Arwin Rabdha juga ingin mencicipi panasnya kompetisi ISL. Karena belum secara resmi memilih klub, dengan kata lain mereka meminta Persiba Bantul tidak berlaga di IPL lagi. (TRIBUNJOGJA.COM)