Waduk Lalung Mengering, Warga Panen Ikan
Musim kemarau yang berkepanjangan membuat volume air di Waduk Lalung, Karanganyar, terus mengalami penyusutan.
Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: tea
TRIBUNJOGJA.COM, KARANGANYAR - Musim kemarau yang berkepanjangan membuat volume air di Waduk Lalung, Karanganyar, terus mengalami penyusutan. Waduk yang dibangun pada tahun 1940-an itu nyaris kering seluruhnya, hanya menyisakan sedikit kubangan air di sisi barat.
Kondisi ini dimanfaatkan warga sekitar untuk beramai-ramai mencari ikan yang lebih mudah ditangkap. Sepanjang hari, kubangan yang terletak tak jauh dari pintu dam waduk itu tak pernah sepi dari warga yang ingin mencari ikan.
Warga hanya bermodal jaring, jala, tombak, hingga alat setrum sebagai alat untuk menangkap ikan yang sering muncul ke permukaan. Mereka menyisir di bagian tepi hingga ke bagian tengah yang kedalaman airnya hanya setinggi dada orang dewas.
"Ada ikan wader, gurami, kakap, lele, hingga ikan gabus. Sangat banyak ikannya," kata Adi Nugroho, warga Kebak Kramat yang ikut mencari ikan, Senin (10/9). Remaja 23 tahun ini menggunakan alat setrum yang telah dimodifikasi untuk menangkap ikan.
Sutarman, warga lainnya lebih beruntung karena mendapatkan ikan gabus sebesar paha orang dewasa. Pria 40 tahun ini menangkap ikan tersebut menggunakan jala yang disebar ke tengah kubangan air.
"Saya memang hanya menangkap ikan-ikan yang besar saja. Hari ini (kemarin) beruntung karena berhasil menangkap ikan gabus sebesar paha," katanya sambil tersenyum puas menunjukkan ikan yang dimasukkan dalam wadah. (*)