Smart Woman
Pramugari Kereta, Jiwa Raga Mesti Sehat
kereta api juga menggunakan pramugari yang selalu menemani para pengguna transportasi darat
Penulis: rap | Editor: Iwan Al Khasni
Keberadaan pramugari kereta api, tentu saja diharapkan membuat penumpang merasa nyaman, sebagaimana pramugari di pesawat terbang. Bahkan di negara seperti Cina, pramugari kereta dilatih dengan sangat serius, tak kalah dengan pramugari pesawat.
Menurut Ita yang bekerja sebagai pramugari kereta api sejak April lalu ini, pekerjaan ini memang cukup menyita waktu. Keharusan berangkat, dan bahkan pulang hingga pagi kembali, membuat waktunya untuk bersosialisasi dengan teman-temannya menjadi sangat jarang sekali. Meski begitu, perempuan bernama lengkap Diar Permatasari ini menikmati pekerjaannya tersebut.
Awal bekerja di Kereta Api Indonesia (KAI), Ita mendapatkan tawaran dari seorang temannya, setelah mengajukan lamaran pekerjaan, ia pun dipanggil untuk tes wawancara dan lolos menjadi pramugari KAI.
Menurut perempuan kelahiran Sukoharjo, 3 Mei 1988 ini, syarat untuk menjadi pramugari KAI, di antaranya bisa berbahasa baik dan benar, mengerti bahasa asing, dan memiliki jiwa raga yang sehat. "Dan tentunya bisa cekatan dalam bekerja," ujar Ita sambil tersenyum ketika ditemui Tribun Jogja beberapa waktu lalu di sela-sela pekerjaannya.
Dara lulusan SMK Batik 1 Surakarta, dan Universitas Surakarta ( UNSA) jurusan Teknik Informatika ini berujar bahwa tugas-tugas pokok seorang pramugari KAI di antaranya menyapa penumpang dengan senyuman, mengarahkan posisi tempat duduk dengan sopan kepada calon penumpang. menyiapkan dan memberikan selimut kepada penumpang.
Selain itu, lanjut Ita, tugasnya adalah menawarkan makanan dan minuman kepada penumpang, dan menyajikannya. "Setelah itu pramugari juga bertugas menagih pemesan dan `clear up' bekas makanan dan minumannya," tambahnya.
Ita mengaku bahwa kendala menjadi seorang pramugari KAI adalah jika bertemu dengan penumpang dengan bahasa asing dan ia tidak memahami bahasa tersebut, namun menurut pengalamannya, hal tersebut selalu bisa diatasi.
Selama menjadi pramugari, hal yang menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi Ita adalah ketika mendapat tanggung jawab dari perusahaan untuk melayani kereta Wisata Toraja. Saat itu ia melayani penumpang yang di antaranya adalah para pejabat dan orang-orang penting. Hal tersebut membuatnya merasa harus menjadi perfeksionis dan profesional dalam bekerja.
"Alhamdulillah, lancar semua tanpa halangan apapun, dan saya merasa bangga bisa melayani mereka saat menggunakan KA wisata tersebut," ujar Ita lalu tersenyum.
Dalam seminggu biasanya Ita melakukan perjalanan dua atau tiga kali pergi-pulang dengan rute Yogyakarta - Jakarta dan kembali ke Yogyakarta. Perempuan yang hobi menyanyi ini mengaku paling suka melayani penumpang kereta wisata.
Ketika libur tiba, biasanya perempuan yang sempat ingin menjadi Polwan ini menghabiskan waktunya untuk beristirahat di rumah, dan memberikan waktunya untuk melayani keluarga. (*)