Penembakan di Solo

Rumah Slamet Masih Tertutup Rapat

Rumah Slamet, pedagang makanan yang menjadi saksi baku tembak antara Densus 88 dan terduga teroris masih tertutup rapat.

Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: tea
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan

TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Rumah Slamet, pedagang makanan yang menjadi saksi baku tembak antara Densus 88 dan terduga teroris masih tertutup rapat. Sejumlah polisi berpakaian preman terlihat berseliweran melintas di rumah yang terletak di Kelurahan Tipes, sebelah selatan Jalan Veteran, lokasi baku tembak.

Di depan rumah, sejumlah tetangga Slamet terlihat berkumpul. Mereka saling mengobrol peristiwa baku tembak kemarin malam. "Pak Slametnya sepertinya tak ada dirumah. Mungkin belum pulang," kata Marti, tetangga Slamet Sabtu (1/9/2012). Slamet dan istrinya Anik, langsung diamankan polisi usai baku tembak untuk dijadikan saksi.

Menurutnya, pasca penembakan hingga Sabtu pagi, ia belum melihat tetangganya itu. Biasanya, pagi-pagi aktifitas yang ditetangga adalah kulakan bahan-bahan diolah menjadi makanan yang akan dijual di warung. "Sejak tadi malam memang banyak yang mencari Pak Slamet," katanya lagi.

Saat peristiwa baku tembak terjadi, Slamet dan istrinya memang berada tepat di samping lokasi kejadian. Keduanya disebut-sebut tahu persis bagaimana peristiwa yang menewaskan terduga teroris dan anggota Densus itu terjadi. Slamet setiap hari memang membuka warung di lokasi itu buka dari pukul 17.00 hingga 22.00. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved