Penembakan di Solo
Kapolda Jateng Minta Warga Solo Tak Resah
Kapolda Jateng Irjen Pol Didik Sutomo Tri Widodo mengimbau kepada anggota kepolisian untuk tidak takut dan tidak gentar menghadapi teror
Hal tersebut diungkapkan Didik saat melayat di rumah keluarga almarhum Bripka Dwi Subektidi (58) di Jalan Bimasakti M/28 RT 10 RW 22 Perum Ngringo Indah, Jaten Karanganyar, pada Jumat siang (31/8/2012). "Saya imbau untuk tidak takut dan tidak gentar menghadapi teror namun harus tetap waspada dan sigap," katanya.
Bripka Dwi Subekti adalah korban penembakan dari jarak dekat oleh seorang tak dikenal di Pos Polisi Singosaren, Jalan Rajiman Serengan kemarin. Sebelumnya, telah terjadi teror berupa penembakan dan pelemparan granat di dua Pos Pengamanan Lebaran di Solo, Jawa Tengah. Lalu, pada Jumat (17/8/2012), orang tak dikenal menembaki pos pengamanan Lebaran di Pospam 5 Gemblegan Serengan, Solo, dan menyebabkan dua anggota polisi terluka. Keesokan harinya terjadi ledakan di pos pengamanan Lebaran di Pospam Gladak.
Terkait rangkaian teror ini, Kapolda mengaku, polisi bekerjasama dengan TNI meningkatkan pengamanan. Ia pun meminta masyarakat tidak resah karena teror ini.
Didik menyatakan, ada kemiripan proyektil dengan kasus penembakan di pospam Gemblegan. Namun dia belum bisa memastikan karena harus melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Jenazah Bripka Dwi Data Subekti akan dimakamkan di Astana Temu Ireng Bejen, Ngringo, Karanganyar, siang ini. Almarhum meninggalkan seorang istri, Niken Sri Parawani, dan tiga anak, yakni Gopta Andika Pratama (28), Arya Dwi Werdana (26), dan Hany Tri Prajaduta (20). (*)