Lebaran 2012
"Saya Minta Bantuan Modal Rp 6 Juta kepada SBY"
Baharudin, penyandang disabilitas asal Banten, meminta bantuan modal usaha kepada SBY sebanyak Rp 6 juta.
Namun, pada Sabtu (18/8/2012) pagi, Baharudin membulatkan tekad. Ia pun pamit kepada istrinya, yang bekerja sebagai penjual sayur keliling, untuk pergi bersilaturahmi dengan Presiden.
Baharudin naik bus dari Lebak ke Jakarta. Ongkos yang dikeluarkannya untuk keperluan transport tidak sedikit bagi orang berekonomi pas-pasan sepertinya, yakni Rp 100 ribu. Dan pada Minggu (19/8/2012) pagi, ia sampai di tujuan.
Sebelum menuju Istana Negara, ia menyempatkan diri melakukan salat di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Setelahnya, Baharudin melanjutkan perjalanan di tengah terik mentari menuju lokasi.
Pukul 11.00 WIB, ia sampai di depan Istana Negara. Tiba-tiba, petugas langsung memintanya untuk ke Monas, bergabung dengan penyandang tunanetra. Kala itu, harapannya untuk bertemu SBY seakan pupus.
"Sempat dijemur di Monas. Katanya, yang bertemu Pak SBY hanya perwakilan," ungkapnya.
Namun, tanpa disangka, Baharudin terpilih bersama 11 orang penyandang disabilitas lainnya untuk bertemu SBY. "Alhamdullilah, akhirnya bisa langsung bertemu Pak SBY," terang laki-laki yang sejak lahir sudah menderita lemah saraf di kedua kakinya ini.
Lalu, apa yang ia ucapkan kala berhadapan langsung dengan SBY? Baharudin mengaku meminta bantuan modal usaha sebesar Rp 6 juta untuk ikut membantu istrinya menjual sayur. Menurut penuturan Baharudin, SBY akan memenuhi permintaan tersebut.
"Pak SBY berkata iya. Tapi, saat itu kan tidak ada banyak waktu. Saya tidak bisa bicara lama kepada beliau," ujarnya.
Apabila permintaanya direalisasikan oleh SBY, Baharudin akan menggunakan uang sebesar Rp 4 juta untuk membeli sepeda motor bekas, sedangkan sisanya untuk biaya memodifikasi dan modal usaha.
Pada momentum open house di Istana Negara kali ini, Baharudin mengaku mendapat tali kasih uang sebesar Rp200 ribu. Jumlah tersebut, dipaparkan Baharudin, leih rendah dibandingkan acara yang sama pada 2004 lalu.
"Ini adalah kali kedua saya bertemu beliau. pada 2004 lalu, tali kasih yang diberikan Rp500 ribu," tukas Baharudin.