Persiba
Pemain Mustahil Dapat Gaji Bulan Juli
Manajemen bahkan tidak berani memberikan jaminan kepada pemain untuk mendapatkan gaji bulan Juli
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Manajemen Persiba Bantul masih harus menunggu kepastian pencairan dana dari konsorsium untuk dua bulan gaji yang ditawarkan sebelumnya. Meski mendapatkan tanggapan negatif dari sejumlah pemain, rasionalisasi dianggap sebagai cara paling masuk akal saat ini.
"Saat ini kami hanya bisa menunggu kabar dari konsorsium. Kami belum mendapat kabar selanjutnya," kata sekretaris Persiba Bantul, Wikan Werdo Kisworo kepada Tribun Jogja, Sabtu (11/8/2012).
Manajemen bahkan tidak berani memberikan jaminan kepada pemain untuk mendapatkan gaji bulan Juli, meski tim masih menjalani pertandingan pada bulan itu. Hal tersebut didasari pada kondisi konsorsium akhir-akhir ini.
"Kalau untuk bulan Juli, saya kira juga bukan hal yang mudah didapat. Memang tim masih main terakhir melawan Persibo, Juli lalu, tapi sebenarnya kan bulan Juli memang sudah tidak ada pertandingan. Laga itu adalah laga tunda," paparnya.
Meski tetap akan mengusahakan gaji bulan Juli meski kemungkinan kecil mendapatkannya, manajemen akan fokus bagi kepastian pencairan dua bulan gaji, Mei dan Juni.
Wikan menambahkan, pemain Persiba Bantul memiliki masa kontrak yang berbeda-beda. Sebagian besar pemain baru berakhir pada September mendatang. Namun beberapa pemain hanya sampai Juli.
Wacana rasionalisasi gaji yang ditawarkan bagi pemain bisa saja masuk akan bagi mereka yang kontraknya habis pada Juli mendatang. Pemain yang kontraknya habis pada Juli nanti hanya akan kehilangan satu bulan gaji.
"Mungkin bagi mereka yang kontraknya bulan Juli habis, rasionalisasi bisa diterima," jelasnya.
Gelandang tim, Xyz Roeroe berharap akan mendapatkan gaji untuk bulan Juli. Menurutnya, tim yang masih bermain di bulan itu pantas mendapatkan apresiasi dan haknya.
"Kalau memang harus ada rasionalisasi, setidaknya kami bisa dapat gaji bulan Juli, karena kami kan masih main," pintanya. (*)