Ungkapkan Cintamu untuk Negeri

Satu pekan lagi, tepatnya 17 Agustus 2012, kita memperingati Hari Ulang Tahun Ke-67 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Editor: tea
zoom-inlihat foto Ungkapkan Cintamu untuk Negeri
Foto : Ikrob Didik / Tribun Jogja
Seribu Siswa SD Cuci Merah Putih Bareng

Ritual tanpa makna

Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Riza Ul Haq mengatakan, upacara bendera memang suatu hal penting, tetapi hal itu jangan hanya ritual yang rutin dilakukan tanpa makna. ”Yang lebih penting bukan ritualnya, melainkan maknanya, bagaimana pengembangan semangat nasionalisme dan pengejawantahan nilai-nilai Pancasila terwujud,” ujarnya.

Menurut dia, lembaga pendidikan dan negara perlu melakukan terobosan yang kreatif, terutama untuk generasi muda. ”Cepatnya perkembangan teknologi modern di era global akan turut memengaruhi persepsi anak-anak muda tentang nasionalisme,” katanya.

Fajar berpendapat, pada abad ke-21 ini sulit berbicara nasionalisme dengan cara konvensional sebagaimana pada abad ke-20 hanya dengan memberikan buku pelajaran kepada siswa. Pesan-pesan aktual kebangsaan perlu dikemas, di antaranya dengan pendekatan media, karena sekarang adalah zaman revolusi teknologi informasi, era kekuatan digital.

Dari penelitian Maarif Institute, sejak tahun 2009 hingga saat ini ditemukan gejala penurunan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda. Bahkan, riak-riak anti-Pancasila tumbuh kuat dan yang ironis justru banyak dijumpai di sekolah-sekolah negeri.

Dari penelitian Maarif Institute di 50 SMA negeri di Pandeglang, Banten, Cianjur, Yogyakarta, dan Solo, ditemukan semangat keberagamaan siswa jauh lebih tinggi daripada semangat kebangsaan.

Maarif Institute melakukan terobosan dengan menerbitkan buku pendidikan karakter untuk materi pengayaan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendidikan Agama Islam untuk SMA. Buku yang diluncurkan Juni 2012 lalu tersebut menekankan pentingnya nilai-nilai toleransi, anti-kekerasan, dan inklusif.

”Buku ini mengacu pada semangat anak muda yang identik dengan budaya populer, menyukai budaya gambar, komikal sehingga kemasan buku yang kami terbitkan di antaranya bernuansa komikal dan berwarna,” kata Fajar. (*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved