Persiba
Arwin Pasrahkan Nasibnya kepada Manajemen
pemain dan perangkat Persiba Bantul hanya akan mendapatkan dua bulan gaji yakni Mei dan Juni.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemain Persiba Bantul tak dapat berbuat banyak menyikapi permasalahan molornya gaji dari konsorsium yang hingga kini masih belum jelas. Sejumlah pemain bahkan hanya mampu berharap yang terbaik dan menyerahkan nasib mereka ke tangan manajemen.
Meski telah melunasi gaji bulan April, dengan mencairkan 20 persen kekurangan, Kamis (9/8/2012) lalu, konsorsium belum bersedia memberikan kepastian mengenai pemberian dana untuk bulan selanjutnya. Kemungkin terbaiknya, pemain dan perangkat Persiba Bantul hanya akan mendapatkan dua bulan gaji yakni Mei dan Juni.
Gelandang bertahan Laskar Sultan Agung, Arwin Rabdha menyikapi hal itu pasrah. Sebagai pemain, ia hanya ingin agar manajemen sungguh-sungguh dalam mengusahakan pencairan gaji pemain. Menurutnya, kerja kerasnya bagi tim hingga akhir musim pantas mendapatkan penghargaan setimpal, berupa hak memperoleh gaji.
"Memang sudah ada uang yang masuk 20 persen, katanya untuk pelunasan gaji bulan April. Tapi saya belum tahu apakah sisanya akan dibayarkan atau tidak. Saya hanya bisa berharap saja kepada manajemen, semoga dapat yang terbaik," katanya kepada Tribun Jogja, Jumat (10/9/2012).
Mengenai wacana rasionalisasi yang akan ditempuh konsorsium dalam menyelesaikan masalah gaji pemain, pemain bernomor punggung 23 itu pun tak mampu menolaknya. Baginya, ia hanya dapat menerima cara apapun untuk segera mendapatkan gajinya yang telah lama tertunda.
"Sebenarnya saya keberatan sekali. Kalau melihat surat kontrak kan seharusnya kami sampai September. Tapi kalau memang harus seperti itu, saya harus bagaimana lagi. Tapi semoga masih ada cara lain yang lebih baik bagi kami," harapnya.
Namun jika ia hanya akan mendapat maksimal dua bulan gaji bulan Mei dan Juni, pemain asal Makassar itu juga tidak bisa berbuat banyak. Ia akan menerima upaya rasionalisasi gaji yang dilakukan konsorsium, meski harus kehilangan tiga bulan gaji, Juli hingga September.
"Kalau memang itu (rasionalisasi, Red) yagn terbaik tidak apa-apa. Tapi kalau ternyata itu cuma alasan konsorsium, ya tentunya sangat merugikan kami," jelasnya. (*)