Persiba
Kompetisi Musim Depan Butuh Figur Baru
Briyanto sangat kecewa dengan penyelenggaraan kompetisi LPIS musim lalu
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Manajer Persiba Bantul, Briyanto berharap agar kompetisi tertinggi di Tanah Air musim depan dapat lebih profesional. Untuk itu ia ingin ada operator baru atau figur baru di luar pihak penyelenggara kompetisi yang pernah ada.
"Saya setuju dengan ketua umum PSSI yang rencananya musim depan tidak akan memakai jasa Widjajanto lagi. Tapi seharusnya juga tanpa Djoko Driyono juga," paparnya, Kamis (2/8/2012).
Briyanto sangat kecewa dengan penyelenggaraan kompetisi LPIS musim lalu. Saat banyak klub kesulitan dana, is menganggap Widja justru angkat tangan. Padahal menurutnya, pihak LPIS seharusnya juga membantu mencari jalan keluar.
"Tapi kok malah kesannya malah antara konsorsium dan LPIS saling lempar. Misal kalau konsorsium sudah tidak ada kas mau gimana. Kan konsorsium tugasnya hanya membagi-bagi dana," paparnya.
Kabar yang berhembus akhir-akhir ini adalah bahwa dana konsorsium dipakai oleh PSSI untuk memenuhi kebutuhan tim nasional. Tak hanya itu, sejumlah laga ujicoba dan turnamen yang diperkirakan membutuhkan dana besar juga dinilai menggunakan dana konsorsium.
"Saya heran. Katanya dulu Java Cup saja harus memberikan masing-masing Rp 12 miliar untuk mendatangkan Everton dan Galatasaray. Yang akhirnya gagal. Kan seharusnya dana bisa dialihkan ke klub dulu," tanyanya.
Kegagalan Java Cup semakin memperjelas kinerja LPIS di bawah Widjajanto yang tak profesional. Dua klub papan atas Liga Primer Inggris dan klub elit dari Turki tak akan membatalkan diri jika memang ada kejelasan dari penyelenggara. Apalagi kabarnya Java Cup akan digelar Agustus mendatang. Pasalnya, pada bulan itu liga-liga Eropa sudah berjalan.(*)