Publik Area

Jembatan Layang Janti Ditutup

penggantian expantion joint atau sambungan antarjembatan oleh satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN).

Penulis: Hendy Kurniawan | Editor: Iwan Al Khasni
zoom-inlihat foto Jembatan Layang Janti Ditutup
TRIBUNJOGJA.COM/BRAMASTO ADHY
Jembatan Layang Janti Yogyakarta
Laporan Reproter Tribun Tribun Jogja, Hendy Kurniawan

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Mulai hari Senin (30/7) ini pukul 18.00, sampai Kamis (2/8) pukul 18.00, Jembatan Layang Janti dari arah selatan menuju Babarsari (ke arah Solo) akan ditutup. Hal ini adalah imbas dari dilakukannya  penggantian expantion joint atau sambungan antarjembatan oleh satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN).

Agung Yudhianto, selaku penanggung jawab pemeliharaan rutin Jembatan Layang Janti, menguraikan, sejak pertama kali dibuka pada tahun 2001, penggantian expantion joint baru akan dilakukan kali ini.

"Total ada tujuh titik expantion joint di jembatan layang Janti yang akan diganti. Ini perawatan rutin selain juga pengecatan serta pengecekan lain," urainya, di Kantor DPUP ESDM DIY, akhir pekan lalu.

Agung menambahkan, penggantian expantion joint berfungsi menjaga pemuaian antarbeton. Nantinya pemasangan bahan dengan material karet dan fiber khusus adalah di antara beton jembatan. Membutuhkan waktu empat hari, pemeliharaan ini membutuhkan anggaran Rp 490 juta. "Satu expantion joint harganya sekitar Rp 70 juta," kata Agung.

Pengalihan arus lalu lintas akan dilakukan mulai Senin (30/7) sore. Pihak DPUP ESDM DIY sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian maupun Dinas Perhubungan untuk mengatur traffic lalu lintas di kawasan ini.

"Kendaraan dari arah selatan menuju kota akan melewati bawah jembatan dengan menyeberang rel. Sedangkan yang mau ke arah Babarsari-Solo lewat atas tapi lurus menuju arah pertigaan Janti, baru ke kanan (timur, Red)," papar Kepala Bidang Bina Marga DPUP ESDM DIY, Salamun.

Ia menuturkan, kemungkinan akan terjadi penumpukan kendaraan di Pertigaan Babarsari. Sehingga, akan ada petugas polisi lalu lintas yang akan bersiaga mengatur secara manual apabila lampu lalu lintas dinilai tak efektif.

Sedangkan Kepala DPUP ESDM DIY, Rani Syamsinarsi, menyampaikan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terutama pengendara truk atau bus yang kerap melewati jalur tersebut, sehingga mereka bisa melakukan penyesuaian terhadap pengalihan arus selama dilakukan perawatan.

"Kamis nanti tepat pukul 18.00 jembatan akan dibuka kembali. Hal ini juga berfungsi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan setiap kendaraan yang melintas di (jembatan layang) Janti," pungkas Rani. (*)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved