Smart Women

Selvia Domasari, Ada Keuntungan di Luar Materi

Saat itu juga, wanita yang akrab disapa Domas ini memulai karirnya dengan membantu sedikit demi sedikit management pabrik yang baru dirintis

Tayang:
Penulis: esa |
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ekasanti Anugraheni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Eksportir, profesi yang satu ini menuntut seseorang untuk berinteraksi dengan orang tak hanya dalam lingkup satu negara, namun dengan orang-orang di belahan dunia lainnya. Tuntutan serta tanggungjawab kerja yang besar, nyatanya tidak menyurutkan Selvia Domasari untuk konsisten mengembangkan usahanya di bidang  eksport kayu berupa plywood, venner, barecore dan blockboard hingga Asia dan Timur Tengah.

"Awal mulanya bisnis berawal dari ide suami saya untuk mendirikan pabrik pada tahun 2005. Alasan utamanya agar warga disekitar rumah saya tinggal bisa memiliki mata pencaharian yang pendapatannya setiap bulan kontinyu," urai Selvia Domasari kepada Tribun Jogja.

Saat itu juga, wanita yang akrab disapa Domas ini memulai karirnya dengan membantu sedikit demi sedikit management pabrik yang baru dirintis. Diakuinya tidak ada seorang pun yang memaksa atau menginpirasinya untuk ikut terjun mencari nafkan dan mengembangkan bisnis tersebut. Ia beranggapan tidak ada salahnya jika seorang wanita bisa menjadi  istri dan ibu bagi anak-anak, sekaligus sebagai pendorong bisnis suami.

Tak urung, keberadaannya terkadang menuai diskriminasi, utamanya karena posisinya sebagai seorang wanita yang terjun dalam bisnis besar. Tapi, wanita kelahiran 3 Mei 1983 ini memilih mantap, fokus dan go with the flow (mengikuti arus) saja meskipun dalam bisnis pasti ada masa naik dan turunnya. Pada akhirnya pemikiran diskriminatif itu akan hilang karena ia mampu memposisikan diri dengan baik dan bisa menghandle kerjaan dengan baik pula.

"Kuncinya hanya satu yakni jika saya melakukan dengan baik maka saya yakin hasilnya juga akan baik," tegasnya.

Hasilnya, tentu tidak sekedar keuntungan materiil saja. Alumni SMA Muhammadiyah 1 Magelang ini justru mendapatkan begitu banyak keuntungan lain di luar materi. Apalagi pengalamannya menjadi seorang wanita pebisnis lebih banyak ia dapatkan dari lapangan langsung dengan learning by doing.

"Yang bisa saya anggap keuntungan untuk diri saya adalah pembentukan karakter saya dalam mengelola usaha, menghadapi orang, dan yang pasti pemikiran dan cara pandang saya tentang dunia luar," urai Domas.

Dari situlah ia belajar untuk menghargai dan dihargai, sehingga ada sebuah keseimbangan di antaranya. Ia juga berkesempatan untuk bisa mengenal banyak orang dengan berbagai  karakteristiknya. Dan penghargaan yang paling besar baginya adalah kenyataan bahwa usaha yang ia rintis bertahun-tahun ini telah mampu menghidupi ribuan karyawannya.

"Penghargaan terbesar yang saya rasakan adalah saat saya tahu usaha ini bisa membantu meringankan perekonomian ribuan karyawan saya. Itu priceless untuk saya bribadi," ungkapnya.

Di sisi lainnya, wanita yang hobi travelling ini harus pandai-pandai membagi waktunya untuk pekerjaan dan keluarga, karena ia tentu tidak bisa meninggalkan begitu saja tanggungjawabnya sebagai seorang ibu. Tak jarang ia merasa kangen dengan anak-anaknya tatkala sedang bekerja karena tidak bisa bersama anak-anak 24 jam penuh. Untungnya keluarga sangat mendukung karier Domas hingga sekarang. Lantas  untuk mengobati kerinduannya terhadap keluarga, biasanya Domas selalu meluangkan waktunya selama satu atau dua hari penuh untuk anak-anak.

"Mereka bisa mengerti keadaan saya. Saya sangat bersyukur dengan kehidupan saya. Suami hebat dan anak anak  yang sangat hebat. Saya sayang mereka," pungkasnya. (*)


Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved