Lokasi Relokasi Warga Balerante Tergolong Rawan

lokasi yang dipilih warga itu merupakan wilayah yang tergolong Areal Terdampak Langsung (ATL) 1.

Tayang:
Penulis: oda |
Laporan Reporter Tribun Jogja, Obed Doni Ardiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Klaten menyatakan bahwa lokasi relokasi di  di Dukuh Bendorejo, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, tidak sesuai dengan tata ruang lokasi. Pasalnya, lokasi yang dipilih warga itu merupakan wilayah yang tergolong  Areal Terdampak Langsung (ATL) 1.

“BPPTK memang sudah memberikan rekomendasi lokasi tersebut untuk dibangun huntap. Namun dengan catatan, jika kondisi Gunung Merapi sudah berstatus siaga warga harus segera meninggalkan lokasi. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Sleman Yogyakarta,” tutur Kasubid Pekerjaan Umum Perhubungan dan Pariwisata Bappeda Klaten, Sugeng Santoso, di Klaten, Senin (9/7/2012).

Oleh sebab itu, tambah Sugeng, pihaknya akan melakukan koordinasi dalam waktu dekat dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta terkait hal tersebut. Hal itu untuk dapat memastikan 32 KK warga Balerante mendapatkan tempat relokasi.

Sebelumnya, BPBD Klaten sempat mengusulkan Dukuh Tegalweru, Desa Balerante, yang berjarak sekitar Sembilan kilometer dari Merapi, sebagai lokasi untuk relokasi warga Balerante. Namun, warga menolak saran itu dengan alasan terlalu jauh dengan tempat tinggal asli, dibandingkan lokasi di Dukuh Bendorejo yang hanya delapan kilometer dari puncak.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved