Berita Duka

Ribut Waidi Bermain Bola Hingga Akhir Hayat

Ribut memang cinta sepak bola. Seminggu sebelum meninggal sang legenda ini sempat ikut sepak bola

Penulis: ptt |
Laporan Reporter Tribun Jogja, Puthut Ami Luhur

TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG - Sepekan sebelum legenda bola, Ribut Waidi, menghembuskan nafas di RSUD Tugurejo, masih sempat bermain dalam laga reuni besar-besaran antara pemain PSIS era 1987, klub Sport Supaya Sehat (SSS) dan PS Kelompok Wartawan Olahraga (Klowor) Semarang.

Ribut, bersama rekan-rekannya mantan punggawa tim berjuluk Mahesa Jenar, Budi Wahyono, Sudaryanto dan Agus Santoso melakukan laga persahabatan segitiga dengan dua tim lainnya, di Stadion Sidodadi,
Semarang, Jateng.

Pertandingan, itu, mungkin sebagai pertanda perpisahan bagi sang legenda yang membawa PSIS Semarang jawara kompetisi perserikatan pada 1987 dan meraih emas pada Sea Games pada tahun yang sama untuk cabang sepakbola.

Namanya dielu-elukan dan menjadi legenda sampai Pemerintah Kota Semarang, memberi penghargaan dengan membangun patung Ribut Waidi, di kompleks Stadion Jatidiri. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved