Timnas Spanyol Andalkan Skuad Piala Dunia 2010
tradisi buruk itu diubah oleh generasi Xavi Hernandez dkk. Di bawah pelatih Luis Aragones
TRIBUNJOGJA.COM, -- Setelah juara Piala Eropa 1964, Spanyol selalu dianggap tak punya keberutungan bersaing di turnamen internasional. Sering memiliki tim bagus dan difavoritkan, tapi mereka selalu gagal menjadi juara.
Namun, tradisi buruk itu diubah oleh generasi Xavi Hernandez dkk. Di bawah pelatih Luis Aragones, mereka mengakhiri mitos buruk itu dengan menjuarai Piala Eropa 2008.
Tak hanya itu, dua tahun kemudian mereka melengkapi keperkasaannya. Meski berganti pelatih dari Aragones ke Vicente Del Bosque, Spanyol mampu menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Ini sukses pertama Spanyol memenangkan Piala Dunia.
Spanyol berusaha menjaga tradisi itu dengan baik. Setidaknya, selama kualifikasi Piala Eropa 2012, mereka mencetak rekor sempurna. Spanyol meraih 24 poin dari delapan pertandingan untuk menjuarai Grup I dan lolos ke putaran final. Di Ukraina-Polandia, Spanyol masuk Grup C bersama Italia, Republik Irlandia, dan Kroasia.
Spanyol tampaknya masih akan mengandalkan pemain yang terlibat di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Meski begitu, tak tertutup kemungkinan terjadi perubahan, terutama di lini depan.
David Villa saat ini tengah menjalani masa pemulihan pascaoperasi kaki, untuk mengatasi masalah patah tulang kering. Menurut Barcelona, proses pemulihan Villa akan memakan waktu sampai musim ini berakhir.
Villa mengaku yakin, ia akan pulih sebelum Piala Eropa. Namun, pencetak empat gol di Piala Eropa 2008 dan lima gol di Piala Dunia 2010 ini butuh lebih dari sekadar kerja keras untuk kembali ke level performa terbaik dalam waktu relatif singkat.
Vicente Del Bosque mengaku masih terlalu dini untuk memutuskan siapa yang akan masuk skuad putaran final. Namun, ia memastikan bahwa hanya mereka yang berada di level fisik dan performa terbaik yang akan berangkat ke Polandia-Ukraina.
Penyerang lain, Fernando Torres, juga terancam absen di Piala Eropa 2012. Bukan karena cedera, melainkan karena level performa yang dinilai Del Bosque belum memuaskan.
Dari 20 laga Premier League yang telah dilakoni Chelsea, Torres bermain 15 kali, dengan tujuh di antaranya sebagai pengganti, dan baru mencetak dua gol. Sejumlah kalangan menilai Torres mengalami kemajuan, selain soal gol. Namun, Del Bosque menilai itu tidak cukup.
Di tengah masalah lini depan, penyerang Valencia, Roberto Soldado, bisa menjadi alternatif Del Bosque. Pemain berusia 26 tahun ini sudah mencetak sebelas gol dalam 16 penampilan di Liga BBVA musim ini. Catatan itu lebih baik dari Villa, yang baru mencetak lima gol dari 15 pertandingan.
Perbedaan taktik di kedua klub boleh jadi merupakan faktor selisih produktivitas kedua pemain itu. Namun, setidaknya, Soldado telah menunjukkan kinerja yang perlu dipertimbangkan Del Bosque.
Untuk mengakomodasi Soldado, Del Bosque mungkin perlu melakukan perubahan taktik. Namun, dengan barisan gelandang seperti Xavi, Andres Iniesta, Cesc Fabregas, dan Xabi Alonso, Del Bosque bisa mendapat jaminan, permainan tim akan tetap solid.
Sekadar catatan, Spanyol bisa menjuarai Piala Eropa 2008 di tengah kontroversi keputusan Aragones yang tidak memanggil penyerang Raul Gonzalez. Saat itu, Raul merupakan kebanggan publik Spanyol. Namun, hasil akhir membuat kritik dan tekanan itu sirna, seakan tak pernah ada.
Terlepas dari itu, Spanyol sudah memiliki gaya dan pakem permainan yang mapan dan perkasa. Mengadopsi sebagian gaya permainan Barcelona yang menyerang dan mengandalkan aliran bola dari kaki ke kaki, Spanyol sulit ditaklukkan. Apalagi, Del Boswue memang lebih banyak memakai pemain Barcelona untuk menjaga dan mengepksploitasi permainan itu.
Maka, Spanyol masih pantas difavoritkan menjadi juara, meski akan mendapat perlawanan lebih berat dari lawan-lawannya. (*)