Jelang Persiba Vs Semen Padang
Persiba Punya Motivasi Lebih
Kehilangan Wahyu Wijiastanto cs justru harus menjadi penyemangat bagi tim saat melawan Semen Padang.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Laga tanpa empat pemain pilar yang harus bergabung di Timnas Senior diharapkan akan menjadi momentum bagi Persiba Bantul untuk tampil dengan semangat lebih. Kehilangan Wahyu Wijiastanto cs justru harus menjadi penyemangat bagi tim saat melawan Semen Padang.
Manajer Persiba Bantul Briyanto berujar bahwa Persiba Bantul sangat dirugikan dengan tetap digelarnya laga melawan Semen Padang, Sabtu (19/5). Seharusnya laga dapat ditunda, karena empat pemain Persiba sedang bergabung dengan Timnas Senior.
Briyanto bahwa menilai bahwa LPIS tidak adil karena tidak mengabulkan permintaan pengunduran jadwal yang diajukan Persiba Bantul. Padahal pengunduran tak semata untuk kepentingan Persiba, tapi juga demi kualitas kompetisi IPL.
Namun Persiba tak memiliki pilihan lain kecuali menjalankan keputusan operator kompetisi. Sebagai sebuah klub, Briyanto menyatakan bangga telah mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan klub.
"Tapi saya malah yakin nanti anak-anak justru semangatnya di lapangan akan menjadi 200 persen. Jadi mereka akan lebih terpacu dengan apa yang dialami tim," paparnya.
Manajemen juga sepenuhnya memercayakan tim kepada Sajuri Syahid. Briyanto yakin bahwa Sajuri telah mengantisipasi kemungkinan terburuk yang dapat dihadapi tim.
"Saya yakin Sajuri sudah memiliki strategi dan memainkan suad yang ada. Dia tidak akan pernah mengeluh. Saya tahu itu. Walaupun kami adalah tim yang luka, kami akan tetap siap," katanya.
Sementar dari kubu Persiba Bantul, Direktur teknik Persiba Bantul, Muhammad Basri mengaku, adalah sebuah kerugian besar bermain tanpa empat pemain utama yang membela Timnas Senior. Namun ia yakin hal itu akan memberikan semangat lain yang diusung pemain.
"Justru saya yakin nanti akan ada motivasi lebih dari pemain pelapis yang akan main. Mereka akan membuktikan sebagai pemain yang dapat memberikan kontribusi bagi tim," katanya.
Basri menilai, absennya pemain utama membela tim menjadi kesempatan emas bagi pemain pelapis untuk berkembang dan menambah jam terbang. Dengan begitu, setiap pemain pelapis akan memiliki semangat lebih di lapangan.
Ia pun berharap pada laga nanti, Ugik Sugiyanto dan kawan-kawan masih ingat dengan apa yang diperagakan saat menahan imbang Semen Padang di laga putaran pertama lalu. Ia ingin semua pemain tidak memberikan ruang dan waktu bagi pemain lawan untuk mengembangkan permainan. (*)