Empat Dosen UM Magelang Patenkan Pemotong Tahu Pong

Empat dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang mendapatkan paten Hak Kekayaan Intelektual (HKI) patenkan pemotong tahu pong

Tayang:
Penulis: had |

Laporan Reporter Tribun Jogja, Much Nur Huda


TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Empat dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang mendapatkan paten Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) RI Tahun 2012. Empat dosen tersebut antaralain Dra Retno Rusdjijati M Kes, Oesman Raliby  M Eng, Bagyo Candra ST dan Muji Setyo ST. Mereka berhasil mematenkan alat pemotong tahu pong.


Humas UM Magelang, Yudia Setyandini, Rabu (18/4) mengatakan, karya tersebut merupakan salah satu dari 15 proposal di seluruh Indonesia yang dipatenkan oleh Menristek RI. Proposal tersebut diajukan oleh Sentra Magelang Hak Kekayaan Intelektual (Mahaki) Kota Magelang.


Salah seorang dosen, Dra Retno Rusdjijati mengungkapkan, ide pembuatan mesin pembelah tahu pong tersebut muncul dari keprihatinan terhadap alat pemotong tahu pong yang selama ini masih dilakukan secara manual. Tahu pong sendiri adalah bahan baku pembuatan keripik tahu yang merupakan camilan khas Magelang.


“Selama ini tahu pong dibelah secara manual menggunakan  gunting, dan selama satu menit hanya menghasilkan  70 irisan tahu pong. Dengan menggunakan mesin pembelah tahu pong ini maka produktivitas meningkat karena dapat menghasilkan antara 200 hingga 400 irisan tahu pong per menit,” katanya.


Setelah mendapatkan paten dari HKI, Retno beserta ketiga dosen lainnya berharap agar mesin pembelah tahu pong seharga sekitar Rp 4 juta per unit tersebut dapat diproduksi secara massal, dan dimanfaatkan secara luas oleh para pengusaha Industri Kecil dan Menengah (IKM) di seluruh wilayah Indonesia. Terutama di wilayah Magelang yang banyak memiliki home industry kerupuk tahu. (www.tribunjogja.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved