Wahyuni Takut Digoyang Gempa
Tri Wahyuni, warga Pagergunung II, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan Bantul, panik saat gempa mengguncang Bantul, Senin (19/03/2012), pagi
Penulis: Sulistiono | Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Tri Wahyuni, warga Pagergunung II, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, panik saat merasakan guncangan gempa, Senin (19/03/2012), pagi.
Ia pun berlari keluar ketika gempa menggetarkan rumahnya sekitar lima detik. "Saya takut terjadi apa-apa dengan rumah ini. Soalnya saat gempa 2006 lalu rumah saya roboh rata dengan tanah," katanya.
Tri menjelaskan, gempa yang dirasakannya cukup besar. Tak hanya dirinya saja yang ketakutan, tapi para tetangganya pun juga berhamburan keluar rumah. Warga baru berani masuk rumah lagi setelah yakin gempa telah berhenti.
Setelah gempa reda, ada juga beberapa tetangganya tak langsung meneruskan aktivitasnya, namun menyempatkan waktu berbincang-bincang dahulu untuk mengingat peristiwa gempa 2006.
"Meski gempa telah berhenti, saya masih merasa waswas jika terjadi gempa susulan," ujarnya.
Untari, warga Pagergunung II, mengatakan, saat gempa terjadi ia sedang menonton televisi. Perempuan berambut ikal itu pun langsung berdiri dan lari keluar rumah.
Menurut dia, gempa terjadi tak lama, tetapi guncangannya terasa cukup besar. "Saya masih trauma gempa 2006 lalu. Jadi saya merasa sangat takut kalau terjadi gempa," jelasnya. (*)
Setelah gempa reda, ada juga beberapa tetangganya tak langsung meneruskan aktivitasnya, namun menyempatkan waktu berbincang-bincang dahulu untuk mengingat peristiwa gempa 2006.
"Meski gempa telah berhenti, saya masih merasa waswas jika terjadi gempa susulan," ujarnya.
Untari, warga Pagergunung II, mengatakan, saat gempa terjadi ia sedang menonton televisi. Perempuan berambut ikal itu pun langsung berdiri dan lari keluar rumah.
Menurut dia, gempa terjadi tak lama, tetapi guncangannya terasa cukup besar. "Saya masih trauma gempa 2006 lalu. Jadi saya merasa sangat takut kalau terjadi gempa," jelasnya. (*)