Manthous, Sang Maestro Campur Sari Tutup Usia
Maestro campursari Anto Sugiyarto atau akrab dikenal Manthous warga Jatisari, Playen, Gunungkidul tutup usia, Jumat (9/3/2012) pagi
Tayang:
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL- Maestro campursari Anto Sugiyarto atau akrab dikenal Manthous warga Jatisari, Playen, Gunungkidul tutup usia, Jumat (9/3/2012) pagi. Sang maestro meninggal setelah mengalami sesak nafas di kediamannya di Pamulang, Jakarta.
Dituturkan oleh adik kandung Manthou's, Yunianto, kepergian almarhum begitu cepat. "Saya tidak ada firasat apapun sebelumnya, namun begitu saya dikabari saya langsung memberi kabar keluarga dan teman-teman," jelasnya, Jumat (9/3).
Pelantun lagu Nyidam Sari ini, meninggalkan enam orang anak dari dua istri. Hingga kini jenazah masih dibawa dari Pamulang Jakarta, untuk dikebumikan di Pemakaman Duwet, Playen, Sabtu (10/3).
"Rombongan diantar oleh satu ambulans, dan empat mobil pengantar," jelasnya. Menurutnya, jenazah, dimungkinkan akan datang pukul 01.00 dini hari.
Adapun enam putranya adalah, Tatut Dian Ambarwati (39), Ade Dian Krismastuti (38), Deni Navanina (36) Anindya Janu Wardani (24), Adinda Sabrina, dan Marcello Depzikiato.
Hingga kini, beberapa orang masih tampak berdatangan dan mulai memberikan karangan bunga kepada penyanyi dan arranger yang menciptakan lagu yang dilantunkan oleh artis-artis terkenal. (*)