Jembatan Sungai Welang di Pasuruan Ambles
Jembatan yang membentang di atas Sungai Welang di Desa Plinggisan, Kecamkatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, ambles
Editor:
ufi
TRIBUNJOGJA.COM, PASURUAN - Jembatan yang membentang di atas Sungai Welang di Desa Plinggisan, Kecamkatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, ambles, sehingga jalan yang menghubungkan antara wilayah Kecamatan Pohjentrek dengan Kraton ditutup.
Radial, seorang Perangkat Desa Plinggisan yang ditemui di loaksi kejadian, Rabu (7/3/2012) mengatakan, jembatan terpaksa ditutup total untuk seluruh jenis kendaraan mulai Selasa petang kemarin, setelah diketahui badan jembatan terlihat ambles.
Warga awalnya kurang begitu mengetahui jika jembatan telah mengalami ambles sekitar 20 centimeter. Namun saat ada truk yang memuat bata merah melintasi, badan jembatan terlihat goyang.
"Setelah diamati, ternyata badan jembatan telah ambles," ucap Radial, mengungkapkan.
Amblesnya jembatan diduga akibat pilar penyangga jembatan bagian tengah telah bergeser ke selatan atau ke sisi hulu, sehingga sambungan lantai jembatan bergeser selebar sejengkal orang dewasa.
Takut amblesnya jembatan menimbulkan korban yang tidak diinginkan, jembatan kemudian ditutup total untuk berbagai jenis kendaraan, sehingga hubungan atara wilayah Kecamatan Pohjentrek dengan Kraton khususnya Sidogiri lewat Plingisan terputus.
Untuk menuju Sidogiri warga harus memutar melewati jalan Tambakrejo Kraton, atau Wonorejo. Jalan Pohjntrek - Sidogiri adalah jalan alternatif menuju Bangil untuk menghindari kepadatan Kota Pasuruan.
Radial menyebutkan, amblesnya jembatan Sungai Welang di Desa Plinggisan akibat banyak kendaraan besar yang lewat, serta usia jembatan yang telah tua, dan banyaknya penambangan pasir di sekitar kaki jembatan.
"Banyak truk besar bermuatan Aqua melintasi jalan ini, terutama jika malam hari," papar Radial.
Kepala PU Bina Marga, Hari Aprianto yang dihubungi secara terpisah juga mengakui, amblesnya jembatan Sungai Welang akibat usia jembatan yang telah tua, tapi juga akibat banyaknya kendaraan besar yang lewat, melebihi tonase. (*)