17 Orang Tewas dalam Sebuah Serangan di Irak

Serangkaian serangan di Irak menewaskan 17 orang, Rabu (7/2/2012)

Tayang:
Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM, BAGHDAD - Serangkaian serangan di Irak menewaskan 17 orang, Rabu (7/2/2012) termasuk 14 orang yang tewas dalam dua pemboman di kota wilayah utara, Tal Afar, hanya beberapa pekan sebelum negara itu menjadi tuan rumah pertemuan puncak Arab.

Kekerasan yang juga mencederai 24 orang itu berlangsung dua hari setelah orang-orang bersenjata yang diduga anggota Al-Qaida membunuh 27 polisi dalam serangan menjelang fajar di Irak barat.

Meski demikian, para pejabat menekankan bahwa Baghdad siap menjadi tuan rumah pertemuan puncak 29 Maret yang juga akan dihadiri oleh Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon.

"Pada pukul 13.00, sebuah bom mobil meledak di Tal Afar barat, dan lima menit kemudian, seorang penyerang bunuh diri meledakkan dirinya di antara orang-orang yang bergegas ke lokasi kejadian (serangan pertama)," kata Wali Kota Abid al-Al Abbas.

"Secara keseluruhan, 14 orang tewas dan 15 cedera dalam" serangan itu, katanya.

Tal Afar, sebuah kota berpenduduk mayoritas Syiah yang terletak sebelah utara Baghdad di provinsi Nineveh yang sebagian besar masyarakatnya Sunni, diguncang dua bom mobil pada 14 Desember di sebuah pasar dan daerah restoran yang menewaskan dua orang dan mencederai 27 lain.

Serangan Rabu di Tal Afar itu berlangsung dua hari setelah tersangka militan Al-Qaida melancarkan serangan penembakan menjelang fajar di kota Haditha, Irak barat, yang menewaskan 27 polisi.

Juga Rabu di Baghdad, dua serangan bom mobil menewaskan tiga orang dan mencederai sembilan lain, kata seorang pejabat kementerian dalam negeri.

Irak dilanda kekerasan yang menewaskan puluhan orang dan kemelut politik sejak pasukan AS menyelesaikan penarikan dari negara itu pada 18 Desember, meninggalkan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Irak.

Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki (Syiah) sejak Desember mengupayakan penangkapan Wakil Presiden Tareq al-Hashemi atas tuduhan terorisme dan berusaha memecat Deputi Perdana Menteri Saleh al-Mutlak. Keduanya adalah pemimpin Sunni.

Para ulama Sunni memperingatkan bahwa Maliki sedang mendorong perpecahan sektarian, dan pemrotes memadati jalan-jalan di Samarra, Ramadi, Baiji dan Qaim, banyak dari mereka membawa spanduk mendukung Hashemi dan mengecam pemerintah.

Para pejabat Irak mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Wakil Presiden Tareq al-Hashemi pada Senin (19/12) setelah mereka memperoleh pengakuan yang mengaitkannya dengan kegiatan teroris.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak Mayor Jendral Adel Daham mengatakan pada jumpa pers, pengakuan para tersangka yang diidentifikasi sebagai pengawal Hashemi mengaitkan wakil presiden tersebut dengan pembunuhan-pembunuhan dan serangan.

Surat perintah penangkapan itu ditandatangani oleh lima hakim, kata Daham.

Sedikitnya 13 pengawal Hashemi, seorang pemimpin Sunni Arab, ditangkap dalam beberapa pekan terakhir, namun tidak jelas berapa orang yang kini ditahan.

Hashemi, yang membantah tuduhan tersebut, kini bersembunyi di wilayah otonomi Kurdi di Irak utara, dan para pemimpin Kurdi menolak menyerahkannya ke Baghdad.

Presiden wilayah otonomi Kurdi Irak Massud Barzani menyerukan perundingan darurat untuk mencegah runtuhnya pemerintah persatuan nasional, dengan memperingatkan bahwa "keadaan sedang mengarah ke krisis yang dalam".(*)
Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved