Tenggelam di Sungai Klanduan
Tiga Korban Jatuh Saat Memancing
Nugroho Adi, kordinator Badan SAR Nasional, Minggu malam sempat membuka pintu dam.
Tayang:
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN- Nugroho Adi, kordinator Badan SAR Nasional, Minggu malam, menjelaskan, setelah upaya pencarian tak membuahkan hasil, pihaknya bersama relawan lain akan membuka sedikit pintu dam. Tujuannya supaya ketinggian air bisa berkurang. Pihaknya belum bisa memastikan apakah korban hilang sudah terbawa atus melewati dam atau masih berada di lokasi pencarian.
"Segala kemungkinan ada, tapi kami akan coba menelusuri bersama rekan lain," katanya.
Nugroho membawa lima orang anggotanya setelah melakukan pencarian terhadap dua korban tenggelam lain yang berada di Kali Jali Desa Winong, Purworejo, Jateng.
Sedangkan seorang warga menuturkan, saat kecelakaan terjadi, tiga korban sedang memancing di sungai. Mereka tak menyadari ketika air tiba-tiba meluap akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. "Katanya mereka sedang memancing sambil bermain rakit menggunakan batang pohon pisang," ujar Yono, seorang warga.
Pantauan Tribun Jogja di lokasi penyisiran hingga pukul 21.00, atau enam jam berselang setelah munculnya musibah tersebut, satu korban belum ditemukan, yaitu Dhimas Kalingga Putra. Ibu korban, yang datang ke lokasi awal korban tenggelam, tak kuat menahan duka. Ia terus berteriak memanggil-manggil nama anaknya. Anggota keluarga yang menemani, berusaha menenangkan.
Kecelakaan ini mengundang perhatian banyak warga. Mereka terus berdatangan ke lokasi evakuasi, penasaran ingin menyaksikan proses pencarian satu orang korban yang masih hilang. (*)